Jumat, 1 Mei 2026, Jumat Pekan Paskah IV
Bacaan: Kis. 13:26-33; Mzm. 2:6-7,8-9,10-11; Yoh. 14:1-6
“Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada,” (Yoh 14: 1 – 3).
Dalam Injil hari ini, Yesus menasihati para rasul-Nya agar percaya kepada-Nya. Yesus tahu betapa sulitnya mempercayai apa yang Dia katakan kepada mereka. Namun pada saat itu, Yesus berharap bahwa perkataan dan mukjizat-Nya telah membuka hati dan pikiran mereka sehingga rahmat iman dapat masuk. Dan Dia memberikan jaminan akan sebuah rumah, rumah yang sejati, jauh dari rumah sementara mereka. Bapa telah mempersiapkan tempat bagi mereka, bagi kita. Bahkan, meskipun Ia akan pergi, Ia akan kembali untuk secara pribadi membawa kita bersama-Nya. Inilah kata-kata penghiburan dari Yesus.
Ketika kita bepergian, tempat tinggal adalah suatu keharusan. Setelah hari berlalu, tempat untuk pulang ke “rumah” memberikan kedamaian dan kenyamanan. Di bumi ini, selalu ada tempat yang kita sebut rumah. Di situlah kita merasa aman, damai, bahagia, dan beristirahat. Di situlah kita berakar. Namun, bumi bukanlah tempat itu untuk selamanya. Bumi hanyalah rumah sementara kita dalam perjalanan menuju rumah sejati kita. Rumah sejati kita adalah bersama Allah di surga.
Sabda Yesus dalam Injil hari ini dimaksudkan untuk mendorong para murid mencari Kerajaan Allah agar dapat bersama Bapa. Yesus, ketika Ia naik ke surga setelah menyelesaikan misi-Nya, penuh sukacita karena Ia pulang ke rumah Bapa-Nya. Ia mengingatkan kita akan pengalaman dan tujuan yang sama. Ketika waktunya tiba, kita pun akan meninggalkan bumi ini, rumah sementara kita. Semoga perjalanan kita mengarahkan kita menuju rumah kita yang sejati. Ketika kita memiliki Tuhan Yesus, yang adalah Jalan, kita pasti sedang dalam perjalanan pulang. Kita diciptakan untuk berada bersama Bapa. Yesus berkata bahwa hati kita tidak akan tenang sampai beristirahat di dalam-Nya. Mari kita lakukan bagian kita. Dekatlah dengan Yesus. Atau lebih baik lagi, selalu berada di dalam Yesus. Semoga perjalanan kita pulang kepada Bapa penuh sukacita!
“Engkau telah menciptakan kami bagi diri-Mu, ya Tuhan, dan hati kami tidak akan tenang sebelum beristirahat di dalam Engkau. Amin.”

