lebih berbarga dari burung pipit

Lebih Berharga dari Banyak Burung Pipit

Sabda Hidup
Jumat, 16 Oktober 2026, Jumat Pekan Biasa XXVIII
Bacaan: Ef. 1:11-14; Mzm. 33:1-2,4-5,12-13; Luk. 12:1-7.

“Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekorpun dari padanya yang dilupakan Allah, bahkan rambut kepalamupun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit,” (Luk 12: 6 – 7).

Dalam Kitab Suci, burung digunakan untuk melambangkan banyak hal. Para penulis suci memakai burung-burung untuk menggambarkan kepercayaan mereka pada Tuhan yang menyelenggarakan hidup mereka, yang menjamin rejeki hidup mereka. Tuhan menyatakan demikian kepada Ayub: “Siapakah yang menyediakan mangsa bagi burung gagak, apabila anak-anaknya berkaok-kaok kepada Allah, berkeliaran karena tidak ada makanan?” (Ayub 38:41). Bahkan burung pipit telah mendapat sebuah rumah, dan burung layang-layang sebuah sarang, tempat menaruh anak-anaknya, pada mezbah-mezbah-Mu, ya TUHAN semesta alam, ya Rajaku dan Allahku! (Mzm 84:3).

Seberapa berhargakah burung pipit saat ini? Dulu burung liar ini biasa dijual dengan harga sekitar Rp. 2.000,00. Sekarang ketika semakin banyak penggemarnya, harganya meroket, 1 ekor dapat dijual seharga Rp. 20.000,00 atau 30.000,00. Seiring dengan semakin banyaknya budidaya burung pipit dengan macam-macam warna, jangan heran jika harganya bisa mencapai jutaan rupiah. Itu sekarang. Namun, apa yang terjadi di pasaran abad I tentu berbeda. Menurut Injil hari ini, burung pipit lima ekor dijual dua duit (Luk 12: 6). “Duit” (atau assarion) adalah mata uang tembaga Romawi yang nilainya sangat kecil pada zaman itu, menunjukkan bahwa burung pipit adalah unggas termurah yang biasa dijual untuk konsumsi atau persembahan orang miskin, (lih. Luk 2: 24). Burung pipit hanyalah komoditi orang miskin. Lebih menarik lagi jika kita membandingannya dengan Mat 10: 29. Dikatakan di sana bahwa “burung pipit dijual dua ekor seduit.” Sedangkan Lukas mengatakan, “lima ekor dua duit.” Dengan demikian, jika seseorang membeli paket “grosir” seharga 2 duit, pedagang akan memberikan bonus 1 ekor gratis (beli 4 gratis 1). Burung kelima itu benar-benar dianggap sebagai “barang bonusan” yang tidak ada harganya bagi manusia. Sungguhpun demikian, bahkan yang seekor yang hanya dijadikan barang bonusan —“tidak seekor pun dari antaranya yang dilupakan Allah” (Lukas 12:6). Jika makhluk sekecil dan semurah itu, bahkan yang dianggap sebagai “bonus gratisan,” tetap diingat dan dipelihara oleh Allah, terlebih lagi manusia!

Yesus memberi tahu para murid-Nya bahwa karena Injil, mereka akan menghadapi kesulitan, pertentangan dan perpecahan, konflik dan pengkhianatan. Yesus tidak berjanji untuk menyelamatkan mereka dari penderitaan dan kematian. Tetapi dia meyakinkan mereka tentang pemeliharaan Tuhan yang tidak pernah gagal. Sama seperti Tuhan peduli bahkan untuk makhluk yang paling kecil dan paling tidak berharga seperti burung pipit, demikian pula Tuhan mempedulikan kita. Jika Tuhan memedulikan burung-burung kecil ini, apalagi Tuhan akan memelihara murid-murid Yesus? Maka, seorang murid Tuhan tak perlu takut, karena dia benar-benar dapat berkata, “Tuhan peduli padaku.” Ia mengasihiku.

Ada yang mengatakan bahwa dalam seluruh Kitab Suci, frase “jangan takut” tertulis sebanyak 365 kali. Berapa harikah selama 1 tahun? 365 hari! Maka setiap hari Tuhan selalu mengingatkan kepada kita “Jangan takut!” Ia memelihara anda dan saya setiap hari, setiap saat.

Tuhan, kami percayakan diri kami ke dalam tangan-Mu. Engkau sungguh mengasihi kami. Amin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *