menghujat roh kudus

Dosa Yang Tidak Diampuni

Sabda Hidup
Sabtu, 17 Oktober 2026, Peringatan Wajib St. Ignatius dari Antiokhia
Bacaan: Ef. 1:15-23; Mzm. 8:2-3a.4-5.6-7; Luk. 12:8-12

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal." (Mrk 3: 28 – 29)

Dalam Injil hari ini, Yesus terus mempersiapkan para murid-Nya untuk menghadapi cobaan-cobaan yang akan mereka alami di masa depan. Ia mendorong mereka agar tetap teguh dalam kesetiaan mereka kepada Kristus sebagai Tuhan mereka. Ia bersabda, “Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah,” (Luk 12: 8).

Namun ada hal yang menarik dari Sabda Yesus hari ini. Yesus tampaknya berbicara tentang dua jenis dosa – mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia dan menghujat Roh Kudus. Ia juga mengatakan bahwa “barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni.”  Tak akan diampuni? Serem amat! Kitab kedua Samuel memberikan contoh seseorang yang diampuni dari dosa kemalasan, hawa nafsu, perzinahan, skandal dan pembunuhan (pasal 11). Lalu, dosa apakah yang tidak dapat diampuni? Kita semua tahu bahwa Roh Kudus adalah Sang Penasihat yang selalu membisikkan ke dalam hati kita, “Kembalilah kepada Allah yang mengasihimu.” Jadi, menghujat Roh Kudus sama dengan berkata, “Allah tidak dapat mengampuni saya.” Dosa besar yang berupa keputusasaan dengan mengatakan bahwa Allah tidak dapat mengampuni kita menghalangi kita untuk memahami panggilan Roh Kudus untuk kembali kepada Allah. Ini sungguh merupakan penghujatan yang mendalam karena menyangkal inti dari keberadaan Allah: Kasih dan kerahiman-Nya.

Kita dapat belajar dari St. Katarina dari Siena. St. Katarina mengatakan bahwa cinta Allah yang penuh belas kasih pada dasarnya adalah jatidiri Allah. Oleh sebab itu keputusasaan akan belas kasih-Nya adalah dosa yang tidak dapat diampuni. Itu adalah suatu pelanggaran karena menganggap dosa lebih besar daripada belas kasih Allah. Dalam tulisannya St. Katarina menyampaikan pesan-Nya: “Inilah dosa yang tidak akan pernah diampuni, sekarang dan selamanya: penolakan, penghinaan terhadap kerahiman-Ku. Karena hal ini lebih menyinggung perasaan-Ku daripada semua dosa lain yang telah mereka lakukan. Jadi keputusasaan Yudas lebih membuat-Ku marah dan merupakan penghinaan yang lebih besar bagi Putra-Ku daripada pengkhianatan-Nya. Oleh karena itu, orang-orang seperti ini ditegur atas penilaian yang salah karena menganggap dosa-dosa mereka lebih besar daripada belas kasihan-Ku dan untuk itu mereka dihukum bersama iblis-iblis dan disiksa selama-lamanya bersama mereka.”

St. Katarina kemudian menjelaskan bahwa itu bukan berarti Tuhan akan menghancurkan mereka yang menolak belas kasih-Nya, tetapi merekalah yang menghancurkan diri mereka sendiri jika mereka tidak mau menerima dan menerima uluran belas kasih-Nya. Jika kita dengan keras kepala menghendakinya, kita dapat memisahkan diri kita dari-Nya selamanya.

Di dalam Katekismus Gereja Katolik no.1864 diajarkan, “Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, tetapi bersalah karena berbuat dosa kekal” (Mrk 3:29). Lebih lanjut, diajarkan, “Kerahiman Allah tidak mengenal batas; tetapi siapa yang dengan sengaja tidak bersedia menerima kerahiman Allah melalui penyesalan, ia menolak pengampunan dosa-dosanya dan keselamatan yang ditawarkan oleh Roh Kudus. Ketegaran hati semacam itu dapat menyebabkan sikap yang tidak bersedia bertobat sampai pada saat kematian dan dapat menyebabkan kemusnahan abadi.”

Marilah kita membuka hati dan berniat baik untuk tidak menutup mata kita bagi Tuhan atau menutup telinga kita bagi suara-Nya, dengan demikian tidak menolak kesempatan yang diberikan oleh Tuhan yang penuh belas kasih untuk bertobat dari dosa-dosa kita dan memperbarui hidup kita.

Tuhan, terima kasih atas belas kasih, kerahiman, dan pengampunan-Mu. Bantulah aku untuk menampilkan wajah belas kasih dan kerahiman-Mu bagi sesama. Amin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *