yohanes wartakan pembaharuan

Kita Adalah Yohanes

Sabtu, 13 Desember 2025, Peringatan Wajib St. Lusia
Bacaan: Sir. 48:1-4, 9-11Mzm. 80:2ac,3b,15-16,18-19Mat. 17:10-13.

Lalu murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Kalau demikian mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?"  Jawab Yesus: "Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka." Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis. (Mat 10: 11 – 13)

Perikop Injil hari ini menceriterakan peristiwa setelah Yesus berubah rupa di puncak gunung, ketika tiga murid Yesus—Petrus, Yakobus, dan Yohanes—menyaksikan kemuliaan Yesus sebagai Anak Allah yang mulia. Dalam pengalaman itu, mereka melihat Musa, yang mewakili Hukum, dan Elia, yang mewakili tradisi nabi, berbicara dengan Yesus dan dengan demikian secara jelas mendukung misi Yesus sebagai Mesias, termasuk apa yang telah Ia katakan kepada mereka tentang penderitaan-Nya, kematian-Nya, dan kebangkitan-Nya. Sebuah nubuat yang mengundang pertanyaan bagi mereka: jika Yesus adalah Mesias, mengapa Elia belum kembali seperti yang dinubuatkan?

Saat turun dari gunung, para murid bertanya kepada Yesus, “Mengapa para ahli Taurat mengatakan bahwa Elia harus datang terlebih dahulu?” Yesus menjawab, “Aku berkata kepadamu, Elia sudah datang, tetapi mereka tidak mengenalinya dan memperlakukannya sesuka hati mereka.” Yesus sebenarnya tidak menjawab pertanyaan itu, tetapi menegaskan bahwa Elia akan datang lagi. Faktanya, kata Yesus, dia sudah datang tetapi tidak dikenali dan diperlakukan dengan buruk, sama seperti Yesus sendiri tidak akan dikenali dan ditolak. Para murid segera menyadari bahwa Yesus sedang berbicara tentang Yohanes Pembaptis.

Peran Elia yang kembali adalah untuk menyiapkan jalan bagi kedatangan Mesias, dan itulah tepatnya yang dilakukan Yohanes Pembaptis. Bacaan Pertama dari Kitab Sirakh adalah pujian bagi Elia, tetapi banyak bagiannya dapat diterapkan pada Yohanes Pembaptis.

Sekali lagi, mari kita melihat diri kita dalam peran Yohanes, berbagi tanggung jawab dengannya untuk mempersiapkan jalan bagi Yesus agar masuk ke dalam kehidupan sesama di sekitar kita. Kita adalah Elia dan juga Yohanes. Seperti Elia dan Yohanes, kita dipanggil untuk menerima tantangan untuk hidup sebagai agen pembaruan. Dan, seperti Yohanes kita pun mungkin akan menghadapi tantangan, penolakan, dan bahkan penderitaan. Namun kita percaya bahwa melalui penderitaan dan ketekunan, karya transformatif Allah dalam diri kita akan berbuah bagi Kerajaan-Nya.

Tuhan, jadikan kami seperti Yohanes Pembaptis, mempersiapkan jalan bagi Yesus agar masuk dalam kehidupan sesama. Semoga kami berani menjadi agen-agen pambaharu dalam komunitas dan masyarakat kami. Amin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *