Sabda Hidup
Rabu, 29 Juli 2026, Peringatan St. Marta, Maria dan Lazarus
Bacaan: 1 Yoh. 4:7-16; Mzm. 34:2-3,4-5,6-7,8-9,10-11; Yoh. 11:19-27 atau Luk. 10:38-42.
“Ada seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta,” (Yoh 11: 1)
Hari ini, Gereja mengenang dan menghormati St. Marta, Maria, dan Lazarus atas keramahan serta kesaksian mereka kepada Kristus. Pada tahun 2020, Paus Fransiskus menyetujui perubahan perayaan liturgi Santa Marta pada tanggal 29 Juli, dengan memasukkan saudara perempuannya dan saudara laki-lakinya, Maria dan Lazarus, ke dalam kalender perayaan Gereja universal.
Injil (Yoh. 11:19-27) menceritakan bagaimana Yesus menghibur keluarga yang terdiri dari tiga bersaudara — Martha, Maria, dan Lazarus — setelah salah satu dari mereka meninggal. Kedua saudari-Nya, Martha dan Maria, memberitahukan penyakit saudara laki-laki mereka kepada Yesus dengan sekadar berkata, “Dia yang Engkau kasihi sedang sakit.” Kita sungguh merasakan kedekatan relasi antara Yesus dengan ketiga saudara itu dalam pesan ini. Dalam rumah di Betania ini, Yesus, Tuhan, mengalami kekeluargaan dan persahabatan dari Marta, Maria dan Lazarus, dan karenanya Injil Yohanes mengatakan bahwa Ia sangat mengasihi mereka.”
Para ahli Kitab Suci pada umumnya menjelaskan bahwa keluarga yang terdiri dari tiga saudara kandung ini melambangkan komunitas saudara-saudari yang dikasihi Yesus. Dalam keluarga di Betania ini, tidak disebutkan adanya ayah, ibu, pasangan, atau anak-anak. Hal ini melambangkan komunitas Kristen di mana semua orang adalah saudara dan saudari, anak-anak Allah Bapa. Penulis Injil sangat menekankan persahabatan antara Yesus dan ketiga saudara kandung ini. Hal ini melambangkan ikatan yang mendalam antara Yesus dan setiap murid: “Aku tidak menyebut kamu hamba”—demikian Yesus akan berkata kemudian pada Perjamuan Terakhir—“tetapi Aku menyebut kamu sahabat” (Yoh 15:15).
Ketika Yesus berkunjung saat Lazarus meninggal, Ia tidak datang ke rumah ketiga bersaudara itu. Sebaliknya, Ia menunggu di luar desa hingga kedua saudari itu keluar dari rumah, di mana semua orang sedang menangis. Tuhan mengundang mereka untuk keluar dari dunia keputusasaan dan kesedihan menuju dunia baru yang penuh iman, harapan, dan kebahagiaan.
“Seandainya Engkau ada di sini, saudaraku tidak akan mati,” demikian keluhan kedua saudari itu. Banyak orang mulai mempertanyakan keberadaan Allah ketika mereka menghadapi kematian. Mereka bertanya-tanya mengapa ada kematian jika Allah itu nyata. Kenyataannya, mereka yang beriman kepada Yesus sudah berada dalam kehidupan kekal bersama Tuhan. Kehidupan jasmani di bumi ini hanyalah masa persiapan dan transisi menuju dunia Allah, kehidupan kekal.
Peringatan Lazarus, Marta, dan Maria adalah perayaan seluruh umat Kristiani. Ketiga saudara kandung ini mengingatkan kita untuk keluar dari keputusasaan, ketakutan, dan tangisan yang mengelilingi kita, serta percaya pada sukacita kebangkitan.
Ya Allah yang Mahakuasa, kami berdoa agar teladan para Orang Kudus-Mu dapat mendorong kami untuk menjalani kehidupan yang lebih baik, sehingga kami, yang memperingati Santa Marta, Santa Maria, dan Santo Lazarus, juga dapat tanpa henti meneladani perbuatan-perbuatan mereka. Semoga semoga rumah kami dan hati kami menjadi tempat tinggal yang pantas dan membahagiakan bagi-Mu. Amin.

