Kamis, 28 Mei 2026, Kamis Pekan Biasa VIII
Bacaan: 1Ptr 2:2-5.9-12; Mzm 100:2.3.4.5; Mrk 10:46-52.
Tanya Yesus kepadanya: "Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Jawab orang buta itu: "Rabuni, supaya aku dapat melihat!" Lalu kata Yesus kepadanya: "Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!" Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya." [Mrk 10: 51-52]
Dalam Perikope Injil hari ini (Markus 10:46-52), kita jumpai kisah Bartimeus, seorang pengemis buta yang berseru kepada Yesus memohon kesembuhan. Meskipun ditegur oleh orang banyak, Bartimeus tetap teguh dengan permohonannya, dan Yesus mendengarkan dia serta menanggapi imannya dengan memulihkan penglihatannya.
Sebagai pengikut Yesus kita perlu mendengarkan mereka yang berada di pinggiran, “pinggiran eksistensial”. Bartimeus mewakili mereka yang terpinggirkan — tanpa suara, diabaikan oleh masyarakat. Namun Yesus mendengar seruannya. Gereja, kita, harus menjadi tempat di mana teriakan orang miskin, orang sakit, dan orang yang terlupakan didengar. Kita ingat, bagaimana mendiang Paus Fransiskus memberikan contoh yang nyata. Ajaran-ajarannya, dan yang lebih penting lagi, melalui apa yang ia lakukan, melalui gestur-gesturnya, ia menantang kita untuk melampaui zona nyaman kita dan menjangkau mereka yang membutuhkan, sebagaimana Yesus melakukannya dengan Bartimeus. Betapa sering kita bertindak seperti orang-orang di sekitar Yesus, bukannya menanggapi jeritan mereka yang menderita, yang tersingkir dan tertindas, malahan menyuruh mereka diam! Atau kita menjadi buta dan tuli karena kepentingan-kepentingan kita!
Di dunia saat ini, kita dihadapkan pada berbagai bentuk kebutaan. Ketidakadilan sosial, kerusakan lingkungan, dan kemalasan rohani dapat mengaburkan penglihatan kita. Seperti Bartimeus, kita harus menyadari kebutuhan kita akan penyembuhan dan memiliki keberanian untuk berseru kepada Yesus. Saat ini kita dilanda oleh “globalisasi ketidakpedulian” yang memudarkan belas kasih kita dan memungkinkan kita mengabaikan penderitaan di sekitar kita. Kita dipanggil, seperti Bartimeus, untuk berseru memohon belas kasihan — bukan hanya untuk diri kita sendiri tetapi untuk dunia yang membutuhkan transformasi.
Injil hari ini mengajak kita kepada iman dan tindakan yang lebih dalam. Sama seperti Bartimeus yang menerima penglihatan baru dan mengikuti Yesus sepanjang jalan, kita dipanggil untuk membiarkan Yesus membuka mata kita terhadap penderitaan dan kebutuhan orang lain. Dengan penglihatan yang diperbarui, kita dapat menanggapi tantangan zaman ini, bekerja demi keadilan, perdamaian, penyembuhan dan keutuhan ciptaan agar kita dapat hidup sebagai Gereja yang penuh belas kasih dan terlibat. Kita dapat berdiri bersama mereka yang menderita.
Allah kami yang hidup, Engkau sangat dekat dengan kami dalam suka dan duka. Berikanlah kami mata iman dan kasih untuk melihat misi yang telah Engkau berikan kepada kami dalam hidup ini serta rahmat dan keberanian untuk melaksanakannya. Bukalah mata hati kami agar memiliki pandangan yang jernih untuk melihat kebutuhan orang-orang yang meneriakkan kesengsaraan mereka atau menderita dalam kesunyian, sehingga kami dapat membawa belas kasih-Mu yang menyembuhkan kepada mereka dan membawa mereka kepada-Mu. Amin.

