yesus menyembuhkan seorang bisu (1)

Berbelaskasih Seperti Yesus

Sabda Hidup
Selasa, 7 Juli 2026, Selasa Pekan Biasa XIV
Bacaan: Hos 8:4-7.11-13Mzm 115:3-4.5-6.7ab-8.9-10Mat 9:32-38.

“Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala,” (Mat 9: 36).

Bacaan Injil hari ini diawali dengan peristiwa Yesus menyembuhkan seorang yang bisu karena kerasukan setan. Tindakan Yesus itu memicu reaksi yang beragam. “Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel.” Namun, orang-orang Farisi tidak mau mengakui Yesus. Hari ini, Injil mengajak kita untuk memperhatikan kekuatan jahat yang telah membungkam orang sehingga bisu itu.

Hidup manusia hingga saat ini masih menderita karena kekuatan-kekuatan jahat ini. Perhatikan kekuatan dan kondisi yang membuat kita menjadi bisu: terhalang untuk mengatakan kebenaran. Penolakan kita untuk membela keadilan, perdamaian, dan kasih merupakan tanda bahwa kekuatan-kekuatan yang membungkam ini hadir di dalam hati kita sendiri, dalam kehidupan komunitas kita, dan di dalam Gereja.

Perikope kita hari ini diakhiri dengan sebuah bagian yang menghantar kita pada bab berikutnya, yaitu khotbah tentang “misi”. Saat Yesus memandang orang-orang yang tampak “lelah dan terlantar seperti domba tanpa gembala”, Ia menggerakkan para murid-Nya untuk pergi ke mana-mana guna menyebarkan Kabar Baik. Pertama-tama, Ia memerintahkan mereka untuk berdoa, bukan langsung bekerja dan berkhotbah: “Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”

Sungguh memprihatinkan melihat betapa banyak orang di sekitar kita yang lelah, kebingungan, dan tuli terhadap Sabda Tuhan! Suara Tuhan dan suara-suara mereka yang menyerukan kebenaran dihalangi masuk ke dalam hidup kita oleh kekuatan-kekuatan jahat. Ketika dihadapkan pada ketidakadilan, kebencian, kekerasan, dan penindasan, suara yang kita dengarkan justru adalah suara yang membungkam kita.

Kita membutuhkan pengusiran setan dari kehidupan kita — kita perlu mengusir setan-setan ketakutan dan egoisme. Setan-setan ini hanya dapat diusir oleh kehadiran Yesus yang hidup. Biarlah kita dipenuhi oleh Roh Kudus yang penuh keberanian, belas kasihan, dan empati, serta terbebas dari roh jahat ketakutan yang membungkam kita itu.

Injil hari ini mengungkapkan salah satu “rahasia” Yesus: belas kasih. Dengan belas kasih itulah Ia memandang orang banyak, bukan dari kejauhan sambil berkata, “Oh, kasihan… betapa malangnya orang-orang itu.” Tetapi Ia sendiri mengalami penderitaan kita, berempati dengan kita, ada bersama kita dan mengambil tindakan dari tempat itu. Dan Dia memanggil kita untuk melakukan hal yang sama.

Ya Allah, Hati-Mu terjelma dalam diri Yesus Kristus, Putera-Mu. Dalam Dia Engkau telah menunjukkan kepada kami belas kasih-Mu kepada semua yang lemah. Bentuklah hati kami agar menjadi semakin serupa dengan hati Putera-Mu yang berbelas kasih. Amin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *