benih kerajaan allah

Benih-Benih Kerajaan Allah

Jumat, 30 Januari 2026, Jumat Pekan Biasa III
Bacaan: 2Sam. 11:1-4a,5-10a,13-17Mzm. 51:3-4,5-6a,6bc-7,10-11Mrk. 4:26-34.

“Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi. Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya." (Mrk 4: 31 – 32)

Dalam Injil hari ini Yesus mengajar pendengar-Nya tentang Kerajaan Allah. Ia tidak berbicara tentang suatu kerajaan seperti yang mereka pikirkan, atau yang juga sering kita bayangkan, tetapi tentang Allah yang meraja. Kerajaan itu, menurut Yesus, tumbuh perlahan tetapi mempunyai potensi yang luar biasa. Ia gambarkan dengan pertumbuhan benih mulai dari ditabur, mengeluarkan tunas, bertumbuh semakin tinggi dan menghasilkan buah. Prosesnya, tidak ada orang yang tahu. Ia juga menggambarkan Kerajaan Allah itu seperti biji sesawi yang kecil, ditabur, hingga bertumbuh menjadi besar dan bercabang-cabang, hingga burung-burung pun bersarang dalam naungannya. Bagi seorang beriman, Kerajaan Allah mempuyai potensi yang penuh.

Kerajaan Allah itu adalah Allah yang meraja. Di mana Allah meraja, di sanalah Kerajaan Allah berada. Kerajaan Allah itu ada dalam diri kita dan menanti saatnya untuk melepaskan kekuatannya mengalahkan kejahatan. Tetapi untuk itu diperlukan kerjasama kita. Bukan berarti bahwa Kerajaan Allah tergantung pada diri kita, tetapi kita dapat memberinya tempat untuk bertumbuh secara penuh dalam diri kita.

Bagaimana caranya? Pertama-tama dengan taat kepada kehendak Allah. Kita membiarkan Allah memerintah hidup kita dan membiarkan diri kita diarahkan selalu oleh kehendak-Nya. Ketika kehendak kita selaras dengan kehendak-Nya, Allah meraja. Hidup kita akan dipenuhi dengan damai, kasih, sukacita dan kita hidup secara penuh.

Ketika Allah meraja, keselamatan adalah tujuan kita. Kita tidak akan pernah ingin terpisah dari-Nya. Kita bersatu dengan-Nya. Uang, popularitas dan kuasa tak akan menarik kita dari tujuan itu. Allah saja cukup.

Akhirnya, menjadi warga Kerajaan Allah membuat kita semua utusan-Nya. Kita tidak menyimpannya untuk diri sendiri. Kita diutus untuk mewartakan Kabar Gembira keselamatan. Kita peduli terhadap merela yang berkebutuhan. Kita berbagi waktu, bakat, dan apa yang kita miliki. Keselamatan itu bukan hanya urusan pribadi. Keselamatan itu bersama-sama. Yesus menghendaki semua orang selamat. Kita pun hendaknya mempunyai semangat yang sama. Tak seorangpun dibiarkan hilang.

Kerajaan Allah itu ada dalam diri kita; dalam hati, pikiran, kehendak, jiwa, dalam seluruh diri kita. Dengan mengikuti kehendak-Nya, mengarahkan diri pada keselamatan dan kasih kepada sesama, Kerajaan itu bertumbuh dan menghasilkan buah.

Tuhan, sirami kami dengan rahmat-Mu agar benih Kerajaan Allah dalam diri kami bertumbuh dan menghasilkan buah berlimpah. Amin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *