saling membantu

Saling Memberdayakan

Selasa, 28 April 2026, Selasa Pekan Paskah IV
Bacaan: Kis. 11:19-26Mzm. 87:1-3,4-5,6-7Yoh. 10:22-30.

“Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku,” [Yoh 10: 27 – 28]

Inisiatif untuk menjadi murid yang setia datang dari Allah, sebagai anugerah kasih karunia. “Aku memberikan kepada mereka hidup yang kekal,” kata Yesus, “dan tidak ada seorang pun yang dapat merebut mereka dari tangan-Ku.” Ia berbicara tentang masa depan kita saat mengajar di halaman Bait Suci. Seseorang bertanya kepada-Nya: “Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami.” Banyak orang menolak warta-Nya tentang Kerajaan Allah, dan menuntut jawaban yang jelas, Ya atau Tidak, atas pertanyaan, “Apakah Engkau Mesias?” Yang mungkin mereka maksudkan adalah, “Jika Engkau benar-benar Mesias, maka kami dapat memulai pemberontakan kami melawan Roma.” Maka bagi mereka yang penting bukan rencana Allah tapi “agenda” mereka sendiri.

Allah dapat menerangi hidup kita jika kita mau meluangkan waktu untuk menjadi lebih peka dan tidak hanya mengandalkan agenda sendiri. Sifat ini melekat pada Barnabas, seorang Kristen dari Siprus yang bahkan semasa hidupnya hampir “dikanonisasi” oleh teman-temannya sebagai “orang baik yang dipenuhi dengan Roh Kudus dan iman.” Namanya di tempat lain diartikan sebagai “anak penghiburan” (Kisah Para Rasul 4:36). Awalnya bernama Yusuf, ia dijuluki Barnabas karena kehadirannya yang menghibur dan kepribadiannya yang supportif atau menguatkan.

Keterbukaan Barnabas terhadap karunia Roh Allah membawanya ke Tarsus untuk mencari Paulus dan meyakinkannya untuk bergabung dengan gereja di Antiokhia. Tanpa intervensi ini, Paulus, yang hampir diusir pulang ke Tarsus, mungkin akan hilang dalam keheningan sejarah. Seperti Yesus Sang Gembala yang Baik, Barnabas pergi mencari Paulus, dan membawanya kembali ke komunitas di mana ia mengubah seluruh energi misioner Gereja. Mari kita renungkan, bagaimana kita pun dapat berperan dalam membantu orang lain menemukan peran yang tepat, potensi mereka, dan pelayanan yang dapat mereka berikan kepada umat Allah. Bagaimana kita saling memberdayakan? Apakah kita bersedia menerima, mendorong, menguatkan orang lain, seburuk apa pun orang itu, dan siap menerima segala konsekuensinya, bahkan jika di kemudian hari kita dilupakan dan orang yang kita kuatkan tersebut tumbuh menjadi orang yang dipakai Tuhan luar biasa?

Tuhan, bimbing kami untuk saling membantu, menguatkan dan saling melengkapi dalam usaha kami menjadi murid-murid-Mu yang setia. Amin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *