jesus with the poor

Saudara-Ku yang Paling Hina

Senin, 23 Februari 2026, Senin Pekan Prapaskah I
Bacaan: Im. 19:1-2,11-18Mzm. 19:8,9,10,15Mat. 25:31-46.

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.” [Mat 25: 40]

Siapakah “saudara yang paling hina” itu?  Menarik bahwa Yesus secara khusus menunjuk pada orang yang dianggap paling hina, bukan dengan pernyataan umum yang mencakup semua orang.  Mengapa Ia tidak mengatakan, “Apa pun yang kamu lakukan kepada sesamamu…?”  Bukankah itu akan mencakup semua orang yang kita layani?  Namun, Yesus justru menunjuk pada “saudara yang paling hina”.  Mungkin ini harus kita perhatikan, terutama mereka sebagai orang yang paling berdosa, yang paling lemah, yang paling sakit parah, yang cacat, yang lapar, dan yang tidak punya tempat tinggal, serta semua orang yang memiliki kebutuhan mendesak dalam hidup ini.

Bagian yang paling indah dan menyentuh dari pernyataan ini adalah Yesus mengidentifikasi diri-Nya sendiri dengan orang yang berkebutuhan, yang “paling hina” di antara semua.  Dengan melayani mereka yang berkebutuhan, kita melayani Yesus. Namun, agar Ia dapat mengatakan hal itu, Ia harus bersatu secara intim dengan orang-orang ini. Dengan menunjukkan hubungan yang begitu intim dengan mereka, Yesus mengungkapkan martabat tak terbatas mereka sebagai manusia. 

Martabat ini adalah poin yang sangat penting untuk dipahami! Sebenarnya, ini telah menjadi tema sentral dalam ajaran-ajaran Santo Yohanes Paulus II, Paus Benediktus XVI, dan terutama Paus Fransiskus. Undangan untuk terus fokus pada martabat dan nilai seseorang harus menjadi pesan utama yang kita ambil dari ayat ini.

Renungkanlah hari ini tentang martabat setiap orang. Cobalah ingat siapa saja yang mungkin Anda kurang hargai. Siapa yang Anda pandang rendah? Siapa yang pernah Anda hakimi atau hina?  Di dalam orang itu, lebih dari siapa pun, Yesus menanti Anda. Dia menanti untuk bertemu dengan Anda dan agar Anda mencintai-Nya dalam diri orang-orang itu. Renungkan martabat mereka. Coba renungkan, siapakah “saudara yang paling hina” itu bagi Anda dan berkomitmenlah untuk mencintai dan melayani mereka. Karena di dalam mereka, Anda akan mencintai dan melayani Tuhan kita.

Tuhan yang terkasih, aku percaya bahwa Engkau hadir dalam saudara-saudari yang paling lemah, yang paling miskin, dan di dalam orang berdosa di tengah-tengah kami. Bantulah aku untuk dengan tekun mencari Engkau di dalam setiap orang yang aku temui, terutama mereka yang paling membutuhkan. Ketika aku menemukan Engkau, biarlah aku mencintai dan melayani Engkau dengan segenap hatiku. Amin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *