Kamis 29 Januari 2026, Kamis Pekan Biasa III
Bacaan: 2Sam. 7:18-19,24-29; Mzm. 132:1-2,3-5,11,12,13-14; Mrk. 4:21-25.
"Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu,” (Mrk 4: 24)
Sabda Yesus dalam Injil hari ini mengingatkan kita bahwa cara kita hidup, menilai dan mencintai akan menentukan bagaimana kita dinilai, baik sekarang maupun pada akhir hidup kita. Ini bukan sekadar ajakan untuk berbuat baik atau menghindari kejahatan, tetapi undangan untuk mengadopsi gaya hidup yang menyerupai Kristus — cara hidup sehari-hari yang berakar pada kerendahan hati dan belas kasih.
Bagaimana kita mengukur orang lain? Apakah kita menghakimi dengan hati yang murah hati, dipenuhi kasih Allah, atau dengan keserakahan dan kekejaman? Yesus dengan jelas menyatakan bahwa ukuran yang kita gunakan — sikap, tindakan, dan penilaian kita — akan menjadi ukuran yang sama yang digunakan untuk kita. Jika kita bertindak tanpa belas kasih, kita akan menghadapi penghakiman tanpa belas kasih. Tetapi jika hidup kita ditandai oleh belas kasih, pengampunan, dan kerendahan hati, kita akan menerima belas kasih yang melimpah sebagai balasannya.
Hidup Kristen yang sejati ditandai dengan kesediaan untuk menerima kerendahan hati, bahkan di hadapan penghinaan. Yesus, meskipun adalah Allah, memilih untuk merendahkan diri-Nya, bahkan sampai mati di kayu salib (Filipi 2:6-8). Ia memanggil kita untuk mengikuti teladan-Nya, menolak sikap duniawi yang mengutamakan kebanggaan, status, atau keuntungan pribadi di atas cinta tanpa pamrih.
Apakah kita melihat kegagalan dan pengorbanan sebagai hukuman, atau apakah kita menerimanya sebagai kesempatan untuk lebih dekat dengan Kristus? Ukuran Kristen adalah menghargai kerendahan hati, menerima salib, dan menempatkan orang lain di atas diri sendiri. Mari kita berdoa memohon anugerah untuk hidup sesuai dengan ukuran Kristus, menerima kerendahan hati dan belas kasih sebagai prinsip panduan kita.
Tuhan, biarkan cahaya belas kasih kami bersinar ketika kami berusaha untuk lebih saling memahami dan ramah satu sama lain, dan ketika kami lebih bersedia berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Amin.

