mary mother of god

Tahun Peziarahan Bersama, Komunitas, dan Saling Memberkati

Kamis 1 Januari 2026, Hari Raya Maria Bunda Allah, Hari Doa Sedunia untuk Perdamaian
Bacaan: Bil. 6:22-27Mzm. 67:2-3,5,6,8Gal. 4:4-7Luk. 2:16-21.

“Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.” (Luk 2: 16 – 19)

Selamat Tahun Baru 2026! Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah, yang kita rayakan pada hari ini merupakan cara yang sangat tepat untuk memulai tahun baru. Hari ini juga merupakan Hari Perdamaian Sedunia. Perayaan hari ini mengingatkan kita bahwa Santa Perawan Maria, Bunda Allah, juga merupakan Bunda kita. Pada tahun 1970, Paus Paulus VI menetapkan Hari Raya Santa Maria, Bunda Allah. Gereja menetapkan perayaan ini pada hari pertama Tahun Baru untuk menekankan pentingnya peran Maria dalam kehidupan Kristus dan Gereja.

Kita memperingati berbagai orang kudus pada hari-hari yang berbeda sepanjang tahun, tetapi Maria adalah yang paling menonjol di antara semuanya. Dia memiliki peran dan misi khusus yang diberikan oleh Allah. Dia adalah perantara yang kuat untuk semua kebutuhan kita di bumi ini. Dalam merayakan hari raya khususnya, kita memohon pendampingan keibuannya dalam kehidupan sehari-hari kita; dan seperti Maria, kita bekerja sama dengan rencana Allah untuk hidup kita. 

Sabda Allah hari ini membawa kepada kita doa yang indah, yang dapat menjadi keinginan dan doa pribadi kita untuk orang-orang terkasih. Dalam Bacaan Pertama, kita mendengarkan doa ini:

“TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera,” [Bil 6: 24 – 26].

Hanya tiga ayat… “Semoga Tuhan memberkati dan melindungi engkau!” Ini adalah kata-kata pertama yang kita dengar pada hari pertama tahun ini, dan saya pikir tidak ada berkat yang lebih besar. Berkat Tahun Baru ini menunjukkan cinta dan kepedulian Allah bagi umat-Nya. Kita melihat Allah yang bersukacita atas kesejahteraan anak-anak-Nya dan memberkati mereka tanpa henti.

Berkat ini juga disebut “berkat imamat”. Kita akan menjalani tahun ini dengan menggenggam tangan Allah yang penuh kasih dan perhatian, serta Maria, ibu-Nya dan ibu kita. Kita juga akan menggenggam tangan satu sama lain sebagai satu keluarga Allah, saling memberkati. Baiklah kita memulai perjalanan tahun baru ini dengan teman-teman rohani yang setia.

Sebagai orang Kristen, kita dipanggil untuk menjadi komunitas peziarah, berjalan dalam komunitas dan persahabatan; dan tidak pernah berjalan sendirian dalam perjalanan rohani kita. Persahabatan dalam komunitas yang dipenuhi Roh Kudus—seperti Keluarga Kudus dan para gembala dalam Injil hari ini—adalah cara yang tepat saat kita memulai perjalanan rohani kita tahun ini. Dan, sebagai anggota Gereja yang berziarah, baiklah kita saling mengingat dan memberkati satu sama lain dengan berkat yang diajarkan Allah kepada Musa dan Harun. Mari kita luangkan waktu sejenak hari ini untuk merenungkan bagaimana kita dapat menjadikan 2026 sebagai tahun persahabatan, komunitas, dan saling memberkati.

Terima kasih telah menjadi saluran berkat Tuhan dalam hidup saya melalui doa-doa Anda yang berharga dan dukungan yang membesarkan hati untuk pelayanan saya di tahun yang lalu. Saya akan ingat anda di Tahun Baru 2026 dalam doa-doa dan Ekaristi yang saya rayakan. Kiranya Roh Kudus Tuhan terus menguatkan dan membimbing Anda dalam pelayanan dan menguatkan Anda dalam perjuangan Anda. Semoga Tuhan memberkati Anda setiap hari di Tahun Baru ini!

Tuhan, jadikanlah tahun ini bagi kami semua sebagai tahun kasih karunia, damai sejahtera, dan sukacita, agar kami dapat menghadapi masa depan dengan penuh harapan dan hidup dalam kasih-Mu sekarang dan selamanya. Amin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *