Rabu, 31 Desember 2025, Hari Ketujuh dalam Oktaf Natal
Bacaan: 1Yoh. 2:18-21; Mzm. 96:1-2,11-12,13; Yoh. 1:1-18.
“Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.” [Yoh 1: 14]
Ketika kita memasuki saat-saat terakhir di tahun 2025 dan melangkah ke Tahun yang baru 2026, Prolog Injil Yohanes menawarkan sebuah panggilan yang mendalam untuk melakukan perjalanan dengan iman dan tujuan. Prolog ini mengungkapkan Yesus sebagai Sang Sabda yang kekal, Terang yang bersinar di dalam kegelapan – sebuah cahaya yang tidak dapat dikuasai oleh kegelapan. Di kurun waktu yang ditandai dengan bencana dan ketidakpastian, pesan ini meyakinkan kita akan kehadiran Allah yang tetap.
Tuhan, dalam kasih-Nya yang tak terbatas, memilih untuk berjalan di antara kita, merangkul kelemahan manusia untuk membawa kasih karunia dan kebenaran. Menjelang akhir tahun 2025, kita merenungkan bagaimana kita telah berjumpa dengan Sang Sabda ini dalam hidup keseharian kita dan bagaimana Ia telah mentransformasi kita. Sudahkah kita menyambut terang Kristus menerangi sudut-sudut gelap hati kita? Sudahkah kita membagikan pengharapan-Nya kepada orang-orang di sekitar kita?
Tahun Yubileum yang baru saja kita lalui telah memanggil kita untuk menjadi “peziarah pengharapan,” melakukan perjalanan dengan kepercayaan yang diperbarui pada janji-janji Allah. Menjadi anak-anak Allah berarti berjalan dengan kepastian bahwa kita dikasihi dan dipanggil untuk memancarkan kasih tersebut. Saat kita memasuki tahun 2026, identitas ini menantang kita untuk menjadi saksi-saksi terang, membawa kehadiran Kristus ke dalam dunia yang merindukan pengharapan dan kesembuhan.
Seperti Yohanes Pembaptis, kita diutus untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan, mewartakan Kabar Baik melalui tindakan kita. Tahun Yubileum yang telah berlalu telah mengingatkan kita bahwa hidup kita adalah sebuah perjalanan suci, sebuah ziarah menuju pelukan abadi Tuhan. Marilah kita melangkah memasuki tahun yang baru ini dengan hati yang penuh rasa syukur, keberanian, dan komitmen untuk mewujudkan harapan, kasih karunia, dan kebenaran di setiap saat.
Semoga Sabda yang berdiam di antara kita menuntun dan menopang kita, saat kita melangkah maju di tahun yang baru, membawa terang dan kasih kepada semua orang.
Dengan penuh syukur kepada Bapa kita yang murah hati atas segala berkat dan rahmat-Nya yang telah kita terima di tahun yang akan segera berlalu, kita berdoa:
- Untuk semua orang yang dengan mereka kita dipersatukan dalam satu persahabatan dan keprihatinan yang sama, agar Ia memelihara kita semua dalam kasih-Nya.
- Untuk semua orang yang telah kita kecewakan di masa lalu, untuk mereka yang telah kita sakiti atau abaikan, dan untuk mereka yang telah menyakiti dan menjengkelkan kita.
- Untuk mereka yang telah kehilangan seseorang yang mereka kasihi, agar pengharapan mereka di dalam Kristus dapat memberi mereka kekuatan; bagi mereka yang telah meninggal dunia pada tahun ini, agar mereka dapat hidup dalam damai sejahtera Tuhan.
- Dan untuk kita semua, agar kita dapat bersyukur atas kehidupan, atas segala sukacita yang telah kita alami, dan untuk keberadaan kita bagi satu sama lain.
Tuhan sertailah kami ke manapun kami pergi. Berkatilah peziarahan baru kami di tahun yang baru, pekerjaan dan perhatian kami, kegembiraan dan penderitaan kami. Seperti Engkau telah memberkati kami sepanjang tahun lalu, semoga Engkau memberkati kami lebih lagi di tahun yang baru. Amin.

