Rabu 24 Desember 2025, Vigili Hari Raya Natal
Bacaan: Yes. 9:1-6; Mzm. 96:1-2a,2b-3,11-12,13; Tit. 2:11-14; Luk. 2:1-14.
“Bangsa yang hidup dalam kegelapan telah melihat terang yang besar,” [Yes 9: 1]
Persiapan kita untuk Natal mencapai puncaknya malam ini dalam Misa Vigili Natal. Barangkali setelah anda merayakan Vigili Natal, bersama seluruh keluarga anda berkumpul untuk makan bersama, saling memberikan hadiah, dan mengucap syukur kepada Tuhan atas kasih-Nya yang nyata dalam kelahiran Bayi Yesus.
Desember biasanya membawa hari-hari tergelap dalam setahun. Biasanya musim hujan mencapai puncaknya di Bulan Desember. Hari-hari lebih sering nampak suram. Banyak dari kita, masih menghadapi kegelapan dan kemuraman dalam hidup karena kemiskinan. Di pelbagai penjuru negeri, orang masih berjuang untuk kehidupan mereka, setelah bencana menimpa mereka. Masih banyak yang perlu dilakukan untuk menerangi hidup banyak saudara dan saudari kita yang berkebutuhan dan memberi mereka harapan. Dalam konteks ini, kata-kata Yesaya memperoleh makna baru: “Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar.” (Yes 9:1) Di tengah tragedi, kehilangan, dan penderitaan, Allah memang hadir. Dia menerangi dan menguatkan kita untuk terlibat dalam pekerjaan pemulihan dan pembangunan kembali yang menantang.
Yesaya tidak hanya memaklumkan kedatangan Sang Terang. Dia bernubuat: “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. (Yes 9:5) Dalam kata-kata ini, Yesaya menubuatkan kedatangan Kristus 500 tahun sebelum Ia lahir di Betlehem, Yehuda. Ketika Ia datang, Santo Yohanes Penginjil akan bersaksi bahwa “Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia,” (Yoh 1:9) “Terang itu bercahaya dalam kegelapan, dan kegelapan tidak dapat menguasai-Nya,” (Yoh 1:5)
Kita perlu merayakan Natal dengan cara yang benar-benar rohani agar Kristus dapat menerangi kegelapan manusiawi kita. Lahir di kandang, Ia datang ke dunia ini dalam kemiskinan dan kesederhanaan. Segera setelah itu, Ia harus dibawa ke Mesir untuk menghindari tangan pembunuh Herodes. Namun, Ia tidak membiarkan kekurangan, bahaya, pengungsian, atau pengasingan — pengalaman yang banyak dari kita juga alami — mengambil sukacita-Nya atau menghalangi-Nya dari misi yang dipercayakan-Nya oleh Bapa-Nya. Ia mengungkapkan kekudusan setiap kehidupan manusia dan tujuan abadi yang dimaksudkan untuk kita semua. Ia mengajarkan kepada kita cara hidup dan bekerja… serta apa yang pada akhirnya paling penting.
Kini Sang Terang sejati mempercayakan terang-Nya kepada kita. Kita harus menjadi terang dunia. Semoga kita semua dapat berbagi sukacita Yesus, Maria, dan Yusuf dalam perayaan malam ini. Mari kita merayakan kedalaman dan misteri terang dan kasih Allah bersama anggota keluarga, sahabat dan semua yang, seperti Maria dan Yusuf, meminta kita untuk menerima Yesus di penginapan hati kita. Seperti para malaikat menyanyikan lagu-lagu indah memuji Allah, semoga kita juga menyatukan suara kita untuk menyanyi dan memuji Allah atas karunia-Nya, Yesus, yang menerangi hidup kita dan memberi kita harapan.
Yesus Kristus, kami menyambut Engkau sebagai harapan dan masa depan kami.
Engkau akan berjalan bersama kami di jalan kehidupan. Amin.
Selamat Natal!

