zechariah jbaptist

Terpujilah Tuhan!

Rabu, 24 Desember 2025, Hari Biasa Khusus Advent
Bacaan: 2Sam 7:1-5.8b-12.16Mzm 89:2-3.4-5.27.29Luk 1:67-79.

“Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.” (Luk 1: 68).

Hari ini adalah hari terakhir sebelum Hari Raya Natal. Di hari-hari sebelum Natal ini, mungkin banyak dari kita yang disibukkan dengan pelbagai hal misalnya membuat kue, belanja ini dan itu, selain tentu saja mengikuti novena menjelang Natal (Novena Kanak-Kanak Yesus atau Misa Ayam Berkokok), latihan-latihan dan persiapan-persiapan liturgis. Semoga kesibukan itu tidak membuat kita lupa akan siapa yang sebenarnya akan kita rayakan. Beberapa jam sebelum kita rayakan Vigili Natal adalah waktu yang baik bagi kita untuk merenungkan siapa yang sebenarnya kita rayakan.

Dalam audiensinya tanggal 23 Desember 2020, Mendiang Paus Fransiskus berkata: “it is important that Christmas should not be reduced to a merely sentimental or consumerist festival, full of gifts and good wishes but poor in Christian faith.”  Pentinglah bagi kita agar Natal tidak direduksi menjadi perayaan sentimental atau pesta pora konsumeristis, penuh dengan hadiah dan ucapan selamat, tetapi miskin dalam iman Kristiani. Perlulah bagi kita “untuk mengekang mentalitas duniawi tertentu, tidak mampu menangkap inti pijar dari iman kita,” lanjutnya.

Amatlah baik bagi kita merayakan Natal dengan semangat kerendahan hati. Sebab hanya kerendahan hati yang memimpin kita pada Tuhan. Humility is the only way that leads us to God. At the same time, specifically because it leads us to Him, humility leads us also to the essentials of life, to its truest meaning, to the most trustworthy reason for why life is truly worth living. Pada saat yang sama, khususnya karena kerendahan hati memimpin kita pada-Nya, ia memimpin kita juga pada hal yang essensial dalam hidup kita, pada arti yang paling sejati, pada alasan yang paling terpercaya sehingga hidup layak dijalani,” demikian kata mendiang Paus Fransiskus.

Natal itu bermakna bukan hanya karena kemeriahan dan hingar-bingar yang dibawanya tetapi lebih dari itu. Natal itu penting karena Allah menjadi manusia di dalam Yesus Kristus untuk menyelamatkan kita dari belenggu dosa dan kematian. “Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya,” demikian seru Zakharia dalam kidungnya.

Dalam Injil hari ini, Zakharia menegaskan dari pengalaman iman pribadinya tentang Allah itu, Allah yang menjadi manusia dan menyelamatkan umat-Nya. Kidung Zakharia yang dikenal sebagai “Benedictus” dapat dihayati sebagai doa yang memberikan jaminan bahwa Tuhan ada dan akan selalu bersama kita.

Memang Tuhan tak pernah janji bahwa kita akan terhindar dari semua masalah dan cobaan yang akan menghampiri kita, tetapi kita sadar bahwa kita tidak akan menghadapi masalah sendirian karena Tuhan bersama kita.

Di sinilah kelahiran Yesus mendapatkan maknanya karena Ia adalah Allah yang merangkul kemanusiaan sehingga Ia menjadi sama dengan kita kecuali dalam hal dosa, Ialah Imanuel, Allah yang berjalan bersama umat-Nya. Hari ini kita sangat membutuhkan kelembutan dan sentuhan manusiawi dalam menghadapi begitu banyak gejolak dan ketidakpastian. Ia berjalan bersama kita dalam situasi kini yang “tidak baik-baik saja,” setelah pelbagai bencana di pelbagai penjuru negeri.

Aku akan selalu bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, atas anugerah yang tak terbatas yang Engkau curahkan ke dalam hidupku. Engkau selalu berjalan bersamaku. Amin.

Terpujilah Tuhan! Selamat menyongsong Natal yang Penuh Berkah!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *