Jumat, 10 Oktober 2025, Jumat Pekan Biasa XXVII
Bacaan: Yl. 1:13-15;2:1-2; Mzm. 9:2-3,6,16,8-9; Luk. 11:15-26.
“Ada di antara mereka yang berkata: "Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan." Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia.” (Luk 11: 15 – 16)
Dalam Injil hari ini, Yesus menghadapi tuduhan: musuh-musuhnya mengklaim bahwa kuasa-Nya untuk mengusir setan tidak berasal dari Allah, melainkan dari penghulu setan. Karena tidak mampu menentang-Nya dengan kebenaran, mereka beralih ke fitnah. Namun Yesus menjawab dengan jelas: kerajaan yang terpecah belah tidak akan bertahan. Kejahatan tidak menghancurkan kejahatan; sebaliknya, ketika setan-setan diusir, itu adalah tanda bahwa kerajaan Allah sedang datang dan Setan telah dikalahkan oleh yang lebih kuat, Kristus Tuhan!
Dari perikope Injil hari ini, kita diajarkan beberapa kebenaran. Pertama, fitnah adalah senjata orang yang lemah. Ketika kita tidak dapat mengalahkan seseorang dengan cara jujur, kita mungkin tergoda untuk memutarbalikkan tindakan atau motifnya. Seberapa sering kita mengasumsikan hal terburuk, mengulang kata-kata jahat, atau merusak reputasi dengan gosip? Injil mengundang kita untuk memeriksa diri kita dengan jujur, karena dosa-dosa semacam itu merusak dan menghancurkan baik komunitas maupun jiwa sendiri.
Kedua, Kerajaan Allah tidak hanya terungkap dalam kata-kata, tetapi dalam kehidupan yang disembuhkan dan dipulihkan. Yesus datang tidak hanya untuk menyelamatkan jiwa-jiwa, tetapi untuk membawa pemulihan yang sempurna — tubuh, pikiran, dan roh. Di mana pun ketika cinta mengalahkan kebencian, kesehatan menggantikan kerusakan, dan kasih karunia memulihkan pendosa, Kerajaan Allah hadir.
Akhirnya, Yesus memperingatkan bahwa tidak ada netralitas dalam kehidupan rohani. Hati yang dibersihkan tetapi dibiarkan kosong tidak akan tetap kosong untuk waktu yang lama. Kejahatan akan kembali kecuali kebaikan mengisi ruang tersebut. Menolak dosa saja tidak cukup; kita harus mengisi hidup kita dengan doa, amal kasih, dan kebajikan. Seperti taman harus ditanami bunga untuk mengusir rumput liar, demikian pula jiwa kita harus dipenuhi dengan Roh Kudus untuk mengusir kegelapan.
Mari kita tidak hanya berdiri di pinggiran, tetapi memilih Kristus setiap hari, membiarkan Roh-Nya berdiam dengan segala kekayaan-Nya di dalam kita, sehingga Kerajaan Allah dapat tumbuh di dalam kita dan melalui kita.
Ya Tuhan, dengan kekuatan-Mu, semoga kami tidak memberi kesempatan kepada kejahatan untuk merusak hidup kami. Amin.

