telinga dan mata iman

Telinga dan Mata Iman

Sabda Hidup
Kamis, 23 Juli 2026, Kamis Pekan Biasa XVI
Bacaan: Yer 2:1-3.7-8.12-13Mzm 36:6-7ab.8-9.10-11Mat 13:10-17.

“Berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.” (Mat 13: 16 – 17)

Tuhan memberi kita dua telinga tetapi hanya satu mulut. Orang bilang, itu agar kita memberi perhatian dua kali lebih banyak untuk mendengarkan daripada berbicara. Yang lain berkata, Dia tahu bahwa mendengarkan dua kali lebih sulit daripada berbicara.

Dalam Injil hari ini Yesus mengatakan kepada para murid-Nya bahwa Ia “berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti.” Lho koq gitu? Apakah Ia sengaja membingungkan para pendengar-Nya? Atau Tuhan tidak ingin mereka dapat memahami Siapa Dia?

Orang-orang pada zaman Yesus sungguh beruntung. Mereka melihat dengan mata kepala sendiri Siapa Dia. Mereka melihat Dia yang mengadakan mujizat. Mereka mendengar langsung Dia memberitakan Firman Allah. Mereka dapat melihat seperti apa hidup-Nya. Mereka tahu dari mana Mesias akan datang. Mereka memiliki informasi yang mereka butuhkan. 

Yesus tidak akan menunjukkan kepada mereka dengan kata-kata, secara gamblang bahwa Dia adalah Allah, bahwa Dia adalah Mesias. Sebenarnya semuanya sudah jelas bagi mereka.  Ada cukup bukti di sana untuk mereka.  Yang diperlukan adalah hati dan pikiran terbuka. Rahasia Kerajaan ditujukan kepada orang-orang yang rendah hati dengan pikiran dan hati terbuka, bukan bagi para cerdik pandai yang sombong dan menutup pikiran serta hati mereka serta merasa diri paling benar.

Kita harus melengkapi mata dan telinga kita dengan iman dan hati. Kita harus membiarkan mata dan telinga jiwa kita bekerja. Kita harus membuka seluruh diri kita dan memohon terang Roh Kudus agar Sabda Tuhan dapat masuk ke dalam diri kita dan kita dapat menyerapnya. Semoga apa yang kita dengar tidak “masuk di telinga kiri tetapi keluar di telinga kanan. Atau, dalam hal melihat, semoga kita tidak hanya melihat secara lahiriah saja, tetapi mampu melihat dengan mata iman peristiwa-peristiwa hidup kita. Dengan itu kita mampu mengenali Dia yang bekerja dalam hidup kita. Kita mampu mengenali jejak-jejak cinta-Nya dalam peristiwa hidup kita.

Renungkanlah hari ini, seberapa terbuka Anda terhadap Firman Tuhan dan semua yang ingin Tuhan katakan kepada Anda melalui peristiwa-peristiwa hidup. Berusahalah untuk mendengarkan dan memahami.  Jika Anda melakukannya, Anda akan menemukan bahwa ada kehidupan yang penuh dengan kasih karunia yang menunggu untuk dicurahkan kepada Anda.

Tuhan, kami ingin mengenal-Mu. Kami ingin mencari Engkau dan menemukanMu.  Tolonglah kami untuk dengan rendah hati berpaling kepada-Mu dalam segala hal dan terus bertumbuh dalam iman. Amin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *