Sabda Hidup
Sabtu, 18 Juli 2026, Sabtu Pekan Biasa XV
Bacaan: Mi 2:1-5; Mzm 10:1-2.3-4.7-8.14; Mat 12:14-21.
“Lalu keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia.Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana. Banyak orang mengikuti Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya. Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia,” [Mat 12: 14 – 16]
Pada satu kesempatan dalam kehidupan Ibu Teresa, beberapa orang mencoba untuk mencegahnya membantu orang-orang yang sekarat di jalan-jalan Calcutta. Mereka berkata kepadanya bahwa dengan begitu sedikit orang yang bisa dia jangkau, keberhasilan apa yang bisa dia harapkan ketika masih begitu banyak orang sekarat di jalanan India. Keberhasilan apa yang bisa dia harapkan dalam kerasulannya? Tetapi ia menjawab: “Tuhan tidak memanggil saya sukses, tetapi untuk setia!”
Yesus dalam bacaan Injil hari ini diancam oleh orang-orang Farisi yang ingin membunuh-Nya. Ketika menghadapi tentangan orang-orang Farisi itu, Ia tetap tinggal dalam kehendak Bapa. Alih-alih menyerang secara defensif terhadap para pemimpin agama itu, Yesus menarik diri dari daerah itu dan terus bekerja, melayani sesuai dengan rencana keselamatan Tuhan. Dengan bijaksana Ia menyingkir. Meski nyawanya terancam, ia terus berbuat baik kepada orang-orang yang membutuhkan, khususnya mereka yang sakit. Dia mengatakan kepada mereka untuk tidak memberitahukan siapa Dia, sampai misi-Nya tercapai! Yesaya telah bernubuat bahwa Sang Juruselamat adalah Hamba yang dipilih oleh Allah untuk memberikan harapan kepada semua orang! “Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa,” (Yes 42: 1).
Kita tidak harus menjadi terkenal dan sukses di hadapan orang untuk melayani. Marilah kita terus berbuat baik setiap hari. Anda dan saya dapat menampakkan wajah Tuhan yang berbelas kasih kepada banyak saudara dan saudari kita yang membutuhkan kasih dan pelayanan kita.
Dalam usaha kita itu tak jarang kita juga mengalami tantangan, hambatan dan rintangan. Saat menghadapi rintangan hidup, kita dipanggil untuk tetap melanjutkan perjalanan pelayanan. Dalam iman kita harus tetap berada jalan Tuhan. Kesulitan-kesulitan dan tantangan tidak membelokkan kita dari misi kita. Marilah kita setia kepada perintah-Nya untuk saling mengasihi seperti Dia telah mengasihi kita.
Ya Tuhan, ajarilah aku untuk menjadi seperti Engkau dalam segala hal. Amin.

