jesus at the temple

Setia pada Identitas dan Misi

Jumat, 20 Maret 2026, Jumat Pekan Prapaskah IV
Bacaan: Keb. 2:1a,12-22Mzm. 34:17-18,19-20,21,23Yoh. 7:1-2,10,25-30.

 “Marilah kita menghadang orang yang baik, sebab bagi kita ia menjadi gangguan serta menentang pekerjaan kita.” (Keb 2: 12)

Saat ini sudah 28 tahun sejak Indonesia mengalami Reformasi 1998. Reformasi 1998 itu membuka ruang lebih luas bagi kebebasan sipil di Indonesia. Aktivis, jurnalis, dan pegiat masyarakat sipil memperoleh kesempatan lebih besar untuk mengkritik kekuasaan, mengawasi praktik korupsi, serta memperjuangkan hak asasi manusia. Namun, perluasan ruang demokrasi itu tak sepenuhnya diiringi jaminan keamanan bagi mereka yang berada di garis depan pengawasan kekuasaan.

Dalam dua dekade terakhir, berbagai bentuk kekerasan terhadap aktivis masih terjadi. Serangan demi serangan muncul dalam beragam bentuk, mulai dari intimidasi, penganiayaan, penculikan, hingga pembunuhan. Banyak di antaranya berkaitan dengan upaya pengungkapan kasus korupsi, kritik terhadap aparat negara, atau advokasi isu-isu hak asasi manusia.

Yang terakhir, Aktivis Kontras Andrie Yunus disiram air keras seusai perekaman siniar (podcast) bertajuk ”Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor YLBHI Jakarta. Sosok Adrie sempat menjadi sorotan setelah berunjuk rasa atas nama Koalisi Masyarakat Sipil Sektor Reformasi Keamanan di tengah-tengah rapat pembahasan daftar inventarisasi masalah (DIM) revisi Undang-Undang TNI di Hotel Fairmont, Jakarta (15/3/2025).

Menjadi orang yang vokal terhadap praktek kejahatan itu beresiko. Menjadi orang baik dan benar di tengah masyarakat korup dan jahat tidaklah gampang. Dalam bacaan pertama, orang-orang fasik bersekongkol hendak membunuh orang baik: ”Marilah kita menghadang orang yang baik, sebab bagi kita ia menjadi gangguan serta menentang pekerjaan kita..” (Keb 2: 12). Menjelang pekan suci, bacaan Injil menampilkan ketegangan yang semakin meningkat antara Yesus dengan orang-orang yang menentang-Nya. Para pemuka agama Yahudi berusaha membunuh Yesus karena Dia mewujudkan dan mewartakan kebaikan dan kebenaran. Mengapa mereka bertindak seperti itu? Karena mereka telah dibutakan oleh kejahatan mereka, sehingga mereka tidak tahu akan rahasia Allah dan tidak menghargai kemuliaan bagi jiwa yang murni!

Setia pada identitas dan misi kita sebagai ”garam dan terang dunia” tidak gampang. Namun, ini satu-satunya jalan yang harus kita tempuh agar Gereja sebagai sakramen keselamatan dunia menjadi nyata.

Apakah Anda setia dengan identitas dan misi Anda sebagai murid Kristus? Beranikah anda mengambil risiko untuk memperjuangkan nilai-nilai kerajaan-Nya?

Perlu keberanian untuk tidak ikut arus dalam gossip ketika orang lain menikmatinya….
Perlu keberanian untuk ambil risiko untuk hidup dalam kejujuran ketika orang-orang di sekitar anda tutup telinga, mata, dan hati…..
Perlu keberanian untuk memegang teguh ideal-ideal anda ketika hal itu menyebabkan anda dilihat sebagai orang aneh….
Perlu keberanian untuk menolak melakukan sesuatu yang salah meski orang-orang lain melakukannya tanpa peduli…..
Perlu keberanian untuk hidup sesuai dengan keyakinan anda, untuk menyangkal diri, untuk mengasihi sesama seperti diri sendiri, untuk mengikuti teladan Tuhan kita!

Tuhan Yesus, saat aku mewartakan dan meperjuangkan kebenaran, risiko selalu menghampiri. Utuslah Roh Kudus-Mu agar aku kuat menghadapinya. Amin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *