benih kerajaan allah

Setia dalam Hal-Hal Kecil

Sabda Hidup
Selasa, 27 Oktober 2026, Selasa Pekan Biasa XXX
Bacaan: Ef. 5:21-33; Mzm. 128:1-2.3.4-5; Luk. 13:18-21.

"Seumpama apakah hal Kerajaan Allah dan dengan apakah Aku akan mengumpamakannya? Ia seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya; biji itu tumbuh dan menjadi pohon dan burung-burung di udara bersarang pada cabang-cabangnya." Dan Ia berkata lagi: "Dengan apakah Aku akan mengumpamakan Kerajaan Allah? Ia seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya." (Luk 13: 18 – 21)

Dua perumpamaan dalam Injil hari ini mempunyai fokus yang serupa. Keduanya menarik suatu kontras antara sesuatu yang sangat kecil dengan hasil atau dampaknya yang sangat signifikan. Sebutir biji sesawi yang kecil dapat menghasilkan sebuah pohon yang dapat menjadi tempat bersarang burung-burung di udara. Sejumlah kecil ragi dapat mengubah tepung sampai khamir seluruhnya. Kerajaan Allah pun seperti itu.

Dalam Kerajaan Allah, apa yang kecil dapat menjadi sangat signifikan. Bahkan perbuatan baik yang sangat kecil pun dapat mempunyai dampak jauh melebihi yang kita bayangkan: sebuah sapaan ramah, seorang anak yang diberi semangat, seorang asing yang disambut, seseorang yang dikunjungi, atau kebenaran yang sulit namun disampaikan dengan tekun dan kasih. Inisiatif-inisiatif kecil dalam melayani Tuhan dapat membuka jalan bagi Tuhan berkarya dan menyempurnakannya. Kita dapat tergoda untuk berpikir bahwa untuk mendapatkan dampak yang besar, kita harus membuat sesuatu yang besar, spektakuler, dan mengesankan mata dunia.

Perumpamaan-perumpamaan hari ini menunjukkan bahwa tindakan-tindakan kecil, inisiatif-inisiatif kecil, bahkan yang sering kurang diperhatikan atau tidak nampak di mata dunia, dapat mengembangkan Kerajaan Allah. Yang diperlukan adalah kesabaran dan kesetiaan.

“Little things are indeed little, but to be faithful in little things is a great thing. Hal-hal kecil memang kecil, tetapi untuk setia dalam hal-hal kecil adalah hal yang luar biasa,” kata Ibu Theresa dari Calcutta.

Tidak semua orang dapat melakukan hal besar, tetapi kita bisa melakukan hal-hal kecil dengan kasih yang besar.

Tuhan, terimalah kebaikan kecil yang aku persembahkan hari ini dan ubahlah menjadi tempat berlindung, harapan, dan berkat bagi orang lain. Amin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *