kenaikan

Pergilah, Jadikan Semua Bangsa Murid-Ku

Kamis, 14 Mei 2026, Hari Raya Kenaikan Tuhan Tahun A
Bacaan: Kis. 1:1-11Mzm. 47:2-3,6-7,8-9Ef. 1:17-23Mat. 28:16-20.

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman,” (Mat 28: 19 – 20).

Ada pepatah lama yang berbunyi: “Kata-kata mendorong, teladan menarik.” Seseorang menambahkan: “Setiap orang Kristen yang baik adalah Alkitab yang hidup, meskipun ia tak pernah mengutip satu ayat pun. Bahkan, teladan orang Kristen yang baik mungkin adalah satu-satunya Injil yang dapat dibaca oleh orang-orang yang buta huruf.”

Dengan kata lain, sekalipun kita berbicara dengan meyakinkan, sekalipun kita berbicara banyak, namun jika tindakan kita bertentangan dengan apa yang kita katakan, takkan ada hasilnya. Bahkan jika kita meyakinkan orang lain, kita tidak dapat menipu Allah yang mengetahui dan melihat segala sesuatu yang kita lakukan.

Hari ini kita merayakan Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus Kristus ke Surga. Artinya, Ia naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Bapa, sebagaimana yang disampaikan dalam Pengakuan Iman Para Rasul.

Setelah Yesus mengumpulkan murid-murid-Nya di Galilea untuk terakhir kalinya dengan kehadiran-Nya yang fisik dan memberi petunjuk kepada mereka tentang apa yang harus dilakukan, Ia naik ke surga untuk bersatu dengan Bapa-Nya, yang juga adalah Bapa kita. Kenaikan-Nya ke surga adalah tanda bahwa hidup-Nya di bumi telah berakhir; Ia juga mengakhiri pengajaran dan penderitaan-Nya di bumi. Itulah mengapa, cahaya lilin Paskah pun padam hari ini untuk menandakan bahwa Kristus telah “pergi” secara fisik di mata para murid-Nya.

Oleh karena itu, kenaikan-Nya bukan sekadar perayaan perpisahan bagi-Nya. Di atas segalanya, itu adalah penyerahan tugas yang belum selesai, yaitu misi-Nya yang Ia percayakan kepada para rasul-Nya dan kepada kita. Ia mengharapkan kita untuk melanjutkan misi-Nya. Apa misi itu? Misi-Nya bukanlah hal baru bagi kita. Misi itu telah ada selama lebih dari dua ribu tahun. Misi itu tidak hanya diberikan kepada segelintir orang, tetapi kepada kita semua. Misi tersebut adalah: bersaksi tentang Kristus di dunia, memberitakan Kabar Baik bahwa Allah telah menebus kita, dan menunjukkan melalui kasih kita bahwa Ia selalu bersama kita. Secara keseluruhan, ada tiga jenis misi.

Pertama, bersaksi tentang Kristus di dunia. Yesus berkata: “Hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga,” (Mat 5:16). Tetapi bagaimana caranya? Melalui doa dan ibadah kita, kepedulian dan kasih terhadap orang lain, atau hidup yang baik. Seorang teman berkomentar bahwa ia tidak akan pernah mengikuti seminar Hidup Baru dalam Roh karena, menurut pengamatannya, mereka yang mengikuti seminar semacam itu tidak mengalami perubahan, tidak ada yang baru, dan mereka tetap seperti dulu. Malahan ada yang menjadi semakin buruk. Saya tergelitik untuk mengatakan kepadanya bahwa ia salah dan bahwa kita tidak boleh mendasarkan pertobatan dan perubahan sendiri pada perbuatan orang lain. Namun, ada kebenaran dalam apa yang dia katakan. Jika kita benar-benar telah berubah, maka lebih banyak yang diharapkan dari kita. Kita diharapkan hidup sungguh-sungguh secara baru.

Kedua, untuk memberitakan kabar baik bahwa Allah telah menebus kita. Tetapi bagaimana kita dapat memberitakan kepada orang lain jika kita tidak tahu apa yang harus diberitakan? Bagaimana kita dapat memberi kepada orang lain jika kita tidak memiliki apa-apa untuk diberikan? Itulah sebabnya kita mengadakan seminar, pelatihan, pendidikan, retret, rekoleksi dan sebagainya, agar kita dapat mempersiapkan diri untuk tindakan mulia ini. Namun, berapa banyak yang menanggapi jika ada ajakan untuk kegiatan-kegiatan seperti itu?

Ketiga melalui kasih kita menunjukkan bahwa Dia selalu bersama kita. Tetapi bagaimana caranya? Kita dapat melakukannya melalui kesaksian hidup kita sehari-hari. Jika Anda seorang pengusaha, bayarlah karyawan Anda dengan upah yang adil dan jujur. Jika anda bekerja di kantor pemerintah atau swasta, jangan terima suap atau gratifikasi saat seseorang sedang mengurus dokumennya, demi memenuhi ajaran Kristus tentang kejujuran.

Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan membuat orang menyukai Anda. Ada enam cara: 1. Tunjukkan minat yang tulus pada orang lain. Berikan perhatian dan minat Anda terlebih dahulu kepada sesama sebelum mengharapkan mereka tertarik pada Anda. 2. Tersenyum. Senyuman yang tulus akan membuahkan senyuman yang tulus. “Tersenyumlah, dan seluruh dunia akan tersenyum pada Anda.” 3. Ingat nama orang. Ingatlah bahwa nama seseorang baginya adalah bunyi yang paling indah. 4. Jadilah pendengar yang baik. Tunjukkan ketertarikan yang tulus terhadap apa yang orang lain katakan. 5. Bicaralah sesuai dengan minat orang lain. 6. Buatlah orang lain merasa penting dengan tulus – katakan sesuatu yang baik tentang dirinya.

Marilah kita berdoa agar kita dapat setia menjalankan misi kita. Dalam ritus tahbisan Diakon, saat diserahkan Evangeliarium kepada diakon tertahbis oleh Uskup dikatakan: “Terimalah Injil Kristus; engkau telah diangkat menjadi pewarta-Nya. Sadarilah, apa yang engkau baca, hendaklah engkau percayai; apa yang engkau percayai, hendaklah engkau ajarkan; dan apa yang engkau ajarkan, hendaklah engkau hayati.” Kiranya prinsip yang sama juga berlaku untuk kita masing-masing.

Selamat Hari Raya Kenaikan Tuhan!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *