Sabda Hidup
Selasa, 25 Agustus 2026, Selasa Pekan Biasa XXI
Bacaan: 2Tes 2:1-3a.13b-17; Mzm 96:10.11-12a.12b-13; Mat 23:23-26.
“Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik… Hai kamu pemimpin-pemimpin buta, nyamuk kamu tapiskan dari dalam minumanmu, tetapi unta yang di dalamnya kamu telan,” (Mat 23: 23 - 24).
Mungkin tak pernah terlintas di benak kita gambaran Yesus sebagai sosok yang membuat lelucon terhadap sikap-sikap yang keliru. Namun, perumpamaan yang Ia gunakan dalam Injil hari ini menunjukkan selera humor yang jenaka. Ia mengecam orang-orang Farisi dengan mengatakan bahwa mereka menapis nyamuk tetapi menelan unta. Seekor nyamuk hampir tak terlihat; seekor unta besar dan mencolok untuk dilihat. Gambaran seseorang yang menyaring nyamuk agar tidak menelannya, tetapi dengan senang hati menelan seekor unta utuh, memang lucu dan konyol! Jelas Ia menggunakan gambaran itu untuk mengkritik mereka yang mempermasalahkan hal-hal yang tidak penting sambil dengan senang hati mengabaikan hal-hal yang penting, teliti dalam membayar persepuluhan atas rempah-rempah namun mengabaikan keadilan, belas kasih, dan iman. Yesus sedang berbicara tentang pentingnya menetapkan prioritas dengan benar, menjaga segala sesuatu dalam proporsi yang tepat.
Tak jarang kita juga cenderung terlalu sibuk dengan hal-hal sepele sementara tidak mempunyai perhatian yang cukup untuk hal-hal yang benar-benar penting. Pada kesempatan ini, Yesus menyebutkan apa yang penting: keadilan, belas kasih, dan iman. Keadilan dan belas kasih berkaitan dengan hubungan kita dengan sesama; iman berkaitan dengan hubungan kita dengan Allah. Yesus mengatakan, yang benar-benar penting adalah menata kedua hubungan itu dengan benar; segala hal lain hanyalah sekunder. Santo Paulus mengatakan hal yang sangat serupa dalam salah satu suratnya, “Satu-satunya yang penting adalah iman yang diwujudkan dalam kasih.”
Menurut anda, apa yang essensial dan penting dalam hidup anda? Bagaimanakah anda mempraktekkan keadilan, belas kasih dan iman?
Mari kita ingat sabda Yesus: “Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan,” (Mat 12: 7). Semoga kita tidak menjadi farisi-farisi masa kini.
Tuhan, bantulah kami belajar untuk tidak hanya mementingkan penampilan luar, melainkan hal-hal yang sungguh penting: kejujuran, keadilan, belas kasih dan cinta. Amin.

