Sabda Hidup
Kamis, 9 Juli 2026, Kamis Pekan Biasa XIV
Bacaan: Hos 11:1b.3-4.8c-9; Mzm 80:2ac.3b.15-16; Mat 10:7-15.
“Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma. Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.” (Mat 10: 7 – 10).
Bacaan Injil hari ini menceriterakan Yesus yang setelah memilih 12 Rasul, mengutus mereka: “Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat!” Mereka juga diutus untuk menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, menahirkan orang kusta dan mengusir setan-setan. Setelah itu mereka diingatkan bahwa mereka dipilih oleh Yesus tanpa jasa dari pihak mereka. Dengan cuma-cuma mereka diberi kuasa. Dengan cuma-cuma mereka menerima kabar baik tentang Kerajaan Surga. Dengan cuma-cuma mereka menjadi anggota Kerajaan itu. Maka, yang telah mereka terima itu hendaklah diberikan pula kepada orang lain dengan cuma-cuma. Dalam berbagi kebaikan itu mereka tidak boleh hitung-hitungan, memikirkan untung – rugi.
Malahan mereka tidak diperbolehkan membawa emas atau perak atau tembaga, tidak boleh membawa bekal, tidak boleh membawa baju dua helai, kasut atau tongkat. Rupanya mereka diharapkan lebih fokus untuk membawa Kristus sendiri daripada hal-hal “tambahan” yang lain.
Jika para rasul itu diutus untuk membawa Kristus, siapa yang kita bawa dalam perjalanan hidup kita?
Ada kisah tentang seorang kudus yang bernama Kristoforus. Nama Kristoforus sebenarnya adalah gabungan dari dua kata Christus dan ferre (latin: membawa). St. Kristoforus dinamakan demikian karena menurut legenda abad pertengahan, ia adalah seorang raksasa yang mengantarkan para pelancong dengan selamat menyeberangi sebuah sungai berbahaya, dan terkenal karena telah menggendong Kanak-kanak Yesus menyeberang, sehingga nama tersebut kemudian dikenal dengan arti “pembawa Kristus”. Umat Kristen awal mengadopsi istilah tersebut secara metaforis untuk melambangkan “membawa Kristus di dalam hati” mereka. Jika St. Kristoforus dinamakan demikian, apa nama kita? Uang-forus? Masalah-forus? Dendam-forus? Kebencian-forus? Siapa kita dilihat dari apa yang kita bawa dalam perjalanan hidup kita?
Atau dalam hidup kita sehari-hari, kita mengenal orang juga dari apa yang mereka bawa. Ketika tukang bakso lewat, misalnya, kita memanggilnya: “Bakso…!” Ketika tukang jamu lewat, kita panggil: “Mbak jamu….!” Ketika tukang nasi goreng lewat, kita panggil: “Nasgor!” Ketika penjual pisang goreng lewat, kita panggil: “Pisgor!” Kira-kira ketika kita melintas apa panggilan kita? Semoga orang tidak memanggil kita: “Hey… gossip!” “Hey…mulut besar!” “Hey…. iri hati!” “Ssst…rakus!” “Hey…kemalasan!”
Semoga kita dikenal karena Kristus dan Kerajaan-Nya yang kita bawa, kita hidupi dan kita wartakan.
Ya Allah, Engkau mengutus kami semua untuk mewartakan kerajaan-Mu dengan cara kami menghidupi Injil Yesus Kristus, Putra-Mu. Berikanlah kami semangat misi dan jangan biarkan kekhawatiran hari ini atau beban kepentingan-kepentingan duniawi menghalangi kami untuk mewartakan sukacita Injil. Amin.

