guardian angel

Malaikat Pelindung: Allah yang Menjaga

Sabda Hidup
Jumat, 2 Oktober 2026, Peringatan Wajib Para Malaikat Pelindung
Bacaan: Kel 23:20-23a; Mzm 91:1-2.3-4.5-6.10-11; Mat 18:1-5.10.

“Jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga,” [Mat 18: 10]

Salah satu kenangan paling awal yang saya ingat tentang masa kecil saya adalah nasihat dari guru agama saya yang tak henti-hentinya mengingatkan agar saya jangan pernah takut pada apa pun, karena Tuhan telah memberi saya seorang malaikat pelindung yang menjaga saya siang dan malam. Saya juga ingat pernah bertanya kepadanya apa itu malaikat pelindung, seperti apa rupanya, dan apakah saya bisa melihatnya. Dia lalu mengambil sebuah buku doa yang sangat tua. Kemudian ia menunjukkan kepada saya sebuah gambar hitam-putih seorang pemuda tampan bersayap besar yang mengulurkan tangannya dalam posisi melindungi, agar seorang gadis kecil yang sedang menyeberangi jembatan sempit tidak terjatuh ke dalam air yang deras di bawahnya.     

“Katekese” sederhana itu sangat membantu saya saat saya masih kecil karena membuat saya selalu merasa aman. Satu-satunya masalah adalah, saya sangat ingin melihat malaikat pelindung saya. Namun, tentu saja, hal itu tak pernah terjadi.     

Di tahun-tahun berikutnya, ketika saya mendengarkan bacaan Injil hari ini di gereja, saya menyadari bahwa bahkan Yesus pun mengajarkan apa yang telah diceritakan kepada saya saat saya masih kecil itu. “Jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga,” [Mat 18: 10]. Dengan membaca Kitab Suci, saya mengetahui bahwa mereka adalah utusan-utusan Allah yang berkuasa. Setiap kali seorang malaikat menampakkan diri kepada seseorang, hal pertama yang diucapkannya adalah, “Jangan takut.” Jika ia setampan seperti yang ada di gambar dalam buku doa tua itu, tak seorang pun akan merasa takut, terkejut, atau gentar saat melihat seorang malaikat. Namun, karena malaikat adalah makhluk ilahi, manusia yang dijumpainya kadang gentar. Bahkan Perawan Maria pun harus ditenangkan terlebih dahulu ketika Gabriel mengunjunginya. Malaikat mencerminkan Allah yang maha kuasa yang mengasihi kita, makhluk-Nya, dan ingin melindungi kita dari segala kejahatan dan bahaya.     

Pesta hari ini mengingatkan kita pada Bapa Surgawi kita, yang sebagai Bapa yang penuh kasih, peduli kepada kita. Ia berbicara kepada kita melalui suara peringatan hati nurani kita – yang seringkali kita abaikan. Ajaran tentang Malaikat Pelindung menegaskan: Allah terus melindungi kita. Para malaikat adalah tanda dan bukti kasih-Nya. Hidup kita adalah suatu perjalanan. Di sepanjang jalan kita membutuhkan penolong, penjaga, pemandu yang melindungi kita dari bahaya, dan dari segala macam jebakan yang mungkin akan kita temui sepanjang jalan. Tuhan menjanjikan kepada kita, umat-Nya, penolong-penolong istimewa yang berjalan bersama kita menapaki jalan kehidupan. Janji Tuhan itu kita peringati hari ini: “Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan,” (Kel 23: 20).

Apakah Anda menyadari perlindungan dan kasih Allah? Apakah Anda bersyukur kepada Allah dan malaikat pelindung Anda atas kasih-Nya yang begitu besar?

Tuhan, aku sering lupa bahwa tanpa Engkau dan kasih-Mu yang seperti seorang Bapa, aku tidak akan mampu menghadapi kenyataan kehidupan sehari-hari. Izinkanlah aku bersyukur kepada-Mu hari ini karena telah memberikan kepadaku seorang malaikat untuk selalu melindungiku. Amin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *