charles borromeo

Komitmen Mengikuti Yesus

Sabda Hidup
Rabu, 4 November 2026, Perayaan Wajib St. Karolus Borromeus
Bacaan: Flp 2:12-18; Mzm 27:1.4.13-14; Luk 14:25-33.

"Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.” (Luk 14: 26 - 27)

Membaca Injil hari ini, seorang teman berkata: “Hidup ini sudah berat dan Yesus membuatnya semakin berat.” Tapi kita bisa berkata: “Ya, hidup memang berat. Tetapi apakah Yesus memang membuatnya menjadi lebih berat?” Bagaimana menurut anda?

Ketika popularitas Yesus semakin meluas, para pengikut-Nya pun turut semakin dikenal dan populer. Namun, menjadi murid Kristus bukan hanya tentang popularitas, melainkan tentang pelayanan yang tulus dan dedikasi yang didasarkan pada kasih tanpa syarat kepada Tuhan dan sesama, tanpa menghiraukan konsekuensi yang akan terjadi. Istilah “menjadi murid Kristus” di sini tidak hanya mengacu pada para imam, biarawati, religius atau misionaris. Istilah ini merujuk kepada setiap orang Kristen.

Dalam perjalanan menuju Yerusalem, Yesus memperingatkan orang banyak untuk sepenuhnya menyadari siapa yang sebenarnya mereka ikuti dan apa yang mereka lakukan. Ia juga mengingatkan agar mengikuti-Nya dengan bebas sehingga tidak ada seorang pun dari keluarga mereka dapat menghalanginya. Memang apa yang dikatakan Yesus terdengar amat dramatis: “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.” Jadi kata ‘benci’ di sini tidak berarti perasaan manusia; kata ini terutama berarti pembebasan dan keputusan. Ini adalah cara yang dramatis untuk mengatakan bahwa siapa pun yang menempatkan orang lain, bahkan orang-orang terdekatnya, di atas KOMITMEN TOTAL kepada Kristus dan misinya tidak siap untuk menjadi seorang murid. Anda tidak dapat memberikan apa pun kepada Tuhan sampai Anda memberikan segalanya kepada-Nya. Tidak ada jalan tengah; itu adalah penyerahan total atau tidak sama sekali. Ini adalah harga pemuridan.

Mari belajar bagaimana mengikuti Kristus dari orang kudus kita hari ini, St. Karolus Borromeus. Bagi Karolus Borromeus, bukti tertinggi dari seorang murid Kristus adalah kasih yang radikal kepada sesama. Hal ini terbukti secara heroik saat Wabah Sampar (Pes) melanda Milan pada tahun 1576. Ia menolak untuk mengungsi, menjual harta pribadinya untuk memberi makan hingga 70.000 orang setiap hari, dan turun langsung merawat orang sakit serta memberikan sakramen saat para pejabat lain melarikan diri. Ia mengajarkan murid-muridnya untuk melihat wajah Kristus pada diri orang-orang yang miskin dan sekarat.

Hanya dengan cara inilah pemuridan kita akan benar-benar menjadi sebuah persekutuan dengan Yesus. Kita ambil bagian dalam sukacita dan penderitaan-Nya dan Dia juga turut serta dalam penderitaan kita. Inilah keindahan dari pemuridan Kristen. Kita tidak sendirian, Yesus menyertai kita dan berjalan bersama kita. Ya, hidup ini berat. Tetapi Yesus tidak membuatnya menjadi lebih berat; Dia menunjukkan kepada kita, para pengikut-Nya, bahwa hidup ini layak untuk dijalani.

Sejauh manakah komitmen anda mengikuti Kristus?

Bapa, berikanlah kami kekuatan Roh Kudus-Mu agar kami bersungguh-sungguh dalam komitmen iman kami dan untuk menerima tugas kami dalam hidup ini dengan segala konsekuensinya. Karena kami yakin Yesus akan menuntun kami kepada-Mu. Amin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *