semua orang kudus modern

Dipanggil Menjadi Kudus

Sabtu, 1 November 2025, Hari Raya Semua Orang Kudus
Bacaan: Why. 7:2-4,9-14Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-61Yoh. 3:1-3Mat. 5:1-12a.

“Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga.” (Mat 5: 12)

Gereja, sejak didirikan oleh Kristus, terus mengalami banyak penganiayaan sampai abad ke tiga. Dalam masa penganiayaan tersebut, para pengikut Kristus banyak yang lebih memilih untuk menumpahkan darah mereka dari pada mengingkari imannya. Mereka ini disebut para martir, sebuah istilah dari bangsa Yunani yang berarti saksi. Mereka memberikan kesaksian bahwa Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat, tidak hanya dengan perkataan tetapi sampai mengurbankan nyawa mereka.

Orang-orang Kristiani lalu banyak berdatangan ke makam para martir untuk memberi penghormatan kepada mereka dan berdoa minta pertolongan mereka untuk Gereja yang masih mengembara di dunia, karena yakin bahwa mereka tentu telah mencapai kehidupan kekal di Surga. Lambat laun Gereja mulai memberi penghormatan tidak hanya kepada para martir, namun juga kepada mereka yang selama hidupnya benar-benar memberi teladan Kristiani selaku pengikut Kristus meskipun mereka meninggal secara biasa. Mereka kita sebut Santo atau Santa yaitu mereka yang telah hidup di dunia melayani Tuhan dengan penuh kesetiaan dan Tuhan telah memberikan kepada mereka kebahagiaan surga.

Dahulu di Roma terdapat sebuah kuil yang diberi nama Pantheon yang artinya rumah segala dewa-dewi. Kuil ini dibangun atas perintah Marcus Agrippa dan diperbaiki oleh Kaisar Hadrianus, selesai sekitar tahun 126 M. Kuil tersebut diberi nama demikian karena para kaisar Romawi mengumpulkan segala patung dewa-dewi yang disembah di berbagai wilayah kekaisaran Romawi di kuil ini. Ini dilakukan tidak hanya supaya semua orang bisa menyembah dewa-dewinya di satu tempat namun juga untuk menyenangkan hati orang-orang yang telah ditundukkan ke dalam kekaisaran ini.

Namun sesudah tahun 600, praktis di Roma dan sekitarnya, orang-orang telah menjadi Kristiani. Maka pada tahun 609 Paus pada waktu itu Paus Bonafisius IV mengeluarkan semua patung dewa-dewi dari Pantheon dan mengubah bangunan ini menjadi basilika yang dipersembahkan kepada Tuhan untuk menghormati Santa Perawan Maria dan para martir.

Para martir dan orang-orang kudus dihormati dalam Gereja pada tanggal-tanggal yang berbeda, sebagian dari mereka dirayakan untuk seluruh Gereja dan sebagian lainnya di beberapa gereja lokal saja.

Lama-kelamaan menjadi tidak mungkin untuk memberikan satu tanggal untuk seorang kudus. Lagipula Gereja yakin dan sadar betul bahwa ada jutaan orang-orang Kristiani yang hidup di dunia menghadapi segala godaan dan cobaan mengalami kedosaan namun demikian telah mengakhiri hidup mereka dalam persahabatan dengan Allah dan sekarang sudah bahagia di surga. Mereka benar-benar orang kudus yang sudah terbebas dari segala dosa dan berbahagia sepenuhnya dengan Allah di surga dalam keabadian. Jumlah mereka terus bertambah, mereka mendoakan kita dihadapan Allah untuk menolong kita dalam segala kelemahan kita.

Dari situlah maka Pesta semua orang kudus mulai dirayakan, mulanya di berbagai gereja lokal pada tanggal yang berbeda-beda lalu menjadi satu perayaan yang sama untuk seluruh Gereja. Ini terjadi sekitar tahun 835 dan tanggal yang dipilih adalah 1 November, ditetapkan oleh Paus Gregorius IV.


Roh Kudus telah menggerakkan hati umat Allah untuk merayakan pesta ini untuk dua maksud: untuk bersyukur dan memuji Allah yang telah menyelesaikan karya keselamatanNya pada begitu banyak orang di dunia dan untuk membesarkan hati kepada yang masih hidup di dunia supaya bertekun dalam kesetiaan kepada Kristus ditengah-tengah godaan, kelemahan dan penganiayaan.

Beberapa orang kudus yang kita rayakan pada pesta ini tentulah ada yang kita kenal, mungkin dia itu anggota keluarga kita, teman atau tetangga kita. Mereka juga mengalami kelemahan manusia seperti kita, namun dengan bantuan Roh Kudus, mereka berhasil mengakhiri perjalanan hidupnya dengan baik. Itu yang benar-benar namanya sukses! Kiranya dalam pesta ini mereka mau berpesan pada kita:

“Jangan takut, jangan berkecil hati; kami ini dulu juga seperti kalian, manusia lemah dan berdosa. Namun kami diselamatkan oleh kuasa kasih Tuhan. Berjuanglah terus, kami di sini membantu kalian dengan doa-doa kami kepadaNya. Ada hadiah besar yang telah tersedia di sini.”

Selama kita hidup di dunia ini, kita memiliki jalan hidup yang beragam: ada yang menjadi petani, guru, pegawai pemerintah, pengusaha, dokter, pedagang; sebagian masih muda dan yang lain sudah tua; ada yang berumah tangga dan yang lain tidak menikah, dan sebagainya, namun di atas semua perbedaan itu, sebagai orang Kristiani, sebagai orang Katolik, kita memiliki tujuan yang sama; di manapun kita berada, apapun pekerjaan kita, kita dipanggil untuk menjadi Kudus! Biasanya kita akan mengatakan “mana bisa orang berdosa seperti saya ini menjadi kudus?” Namun itulah kehendak Tuhan sebagaimana Paulus katakan dalam suratnya kepada umat di Tesalonika bahwa Ia mau supaya kita menjadi kudus (1 Tes 4: 3). Dan Tuhan tidak mungkin meminta dari kita sesuatu yang mustahil!

Kita sangat terberkati dengan adanya orang-orang kudus jaman modern yang hidup pada masa hidup kita: di antaranya adalah Padre Pio, Ibu Teresa, Paus Yohanes Paulus II, Carlo Acutis. Mereka mengingatkan kita bahwa kekudusan itu dapat kita jangkau. Ada orang-orang kudus yang masih hidup di tengah-tengah kita, saat ini – seperti Anda, atau seseorang di samping anda! Tidak mungkin? Itu juga yang dipikirkan oleh orang-orang kudus. Kekudusan bukanlah pencapaian atau prestasi manusiawi tetapi anugerah Allah yang bersinar melalui hidup kita.

“Tuhan meminta segalanya dari kita, dan sebagai imbalannya dia menawarkan kepada kita kehidupan sejati, kebahagiaan untuk apa kita diciptakan. Dia ingin kita menjadi orang-orang suci dan tidak tinggal dalam keberadaan yang hambar dan biasa-biasa saja,” Gaudete et Exultate, no. 1.

Tuhan, semoga benih-benih kekudusan bertumbuh dalam hati dan hidup keseharian kami. Amin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *