Selasa, 17 Maret 2026, Selasa Pekan Prapaskah IV
Bacaan: Yeh. 47:1-9,12; Mzm. 46:2-3,5-6,8-9; Yoh. 5: 1-3a.5-16
“Ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit. Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?" Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku." Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah. " Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itulalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan,” (Yoh 5: 5 – 9)
Adakah sesuatu yang menghalangi kita untuk merasakan kuasa penyembuhan dan kasih karunia yang mengubah hidup dari Tuhan? Nabi Yehezkiel dalam bacaan pertama hari ini diberi penglihatan tentang sungai-sungai air hidup yang mengalir dari takhta surgawi Allah. Air hidup yang mengalir dari bait suci dan menggenangi umat ini dimaksudkan untuk membawa penyembuhan dan pemulihan bagi umat-Nya, serta membantu mereka menjalani hidup yang penuh sukacita dan damai sejahtera bersama Allah.
Berabad-abad kemudian, melalui Yesus, Allah melanjutkan karya penyembuhan dan pemulihan-Nya bagi umat-Nya. Yohanes menceritakan dalam Injilnya penyembuhan ajaib seorang yang lumpuh selama 38 tahun pada hari Sabat di kolam Betesda.
“Maukah engkau sembuh?” kata Yesus kepadanya. Orang lumpuh itu tidak meminta penyembuhan; mungkin ia bahkan tidak tahu siapa Yesus. Itu murni inisiatif Yesus untuk mendekatinya dan menawarkan pertolongan. Malahan orang itu mengeluh bahwa tak seorangpun membantunya, tetapi Tuhan menolongnya dari penderitaannya.
Yesus mendekati kita masing-masing dengan pertanyaan yang sama, “Maukah engkau sembuh — Maukah engkau diampuni, dibebaskan dari rasa bersalah dan dosa, dari amarah yang tak terkendali dan nafsu-nafsu yang tidak teratur, serta dari keinginan yang menyakitkan dan membuat kita kecanduan.” Langkah pertama yang mendasar menuju kebebasan dan kesembuhan adalah keinginan untuk berubah. Jika kita puas tetap seperti ini, maka tak ada bujukan apapun yang akan mengubah kita. Atau kita terjebak dalam lingkaran keputusasaan dan sikap apatis. Tuhan tidak akan menolak siapa pun yang dengan tulus memohon pengampunan, belas kasihan, dan kesembuhan-Nya.
Dengarkan suara-Nya yang mendorong kita bertindak: “Bangunlah dan berjalanlah”! Yesus memanggil kita hari ini untuk bangkit dari kelumpuhan kita, untuk menerima belas kasihan-Nya, dan untuk hidup dengan rasa syukur dan sukacita.
Tuhan Yesus, sembuhkanlah hati kami. Berikan kami keberanian untuk berkata ya, dan berjalan bersama-Mu dalam hidup yang baru. Amin.

