Sabda Hidup
Selasa, 6 Oktober 2026, Selasa Pekan Biasa XXVII
Bacaan: Gal 1:13-24; Mzm 139:1-3.13-14ab.14c-15; Luk 10:38-42.
“Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya." (Luk 10: 41 – 42).
Pertanyaan jujur untuk kita semua: Apa hal pertama yang anda periksa begitu anda bangun tidur di pagi hari?
Saya yakin banyak dari kita akan menjawab, ponsel atau media sosial. Saya punya seorang teman yang mengaku kepada saya—dengan sedikit rasa malu—bahwa dia langsung memeriksa akun TikTok-nya begitu dia bangun dari tempat tidur, bahkan sebelum mencuci muka. Untuk mengatasi hal ini, dia menentukan sebuah pilihan yang lebih baik. Malam hari sebelum tidur, ia matikan ponselnya dan ditaruh di ruang kerjanya. Ia juga mengeluarkan komputer pribadinya dari kamarnya dan sebagai gantinya, meletakkan Alkitab di dekat tempat tidurnya. Dia katkan bahwa ini adalah tanggapan atas nasihat yang dia baca dari penulis Kristen Rick Warren: Singkirkan obsesi Anda terhadap media sosial. Sebaliknya, taruhlah wajah Anda di hadapan Kitab Suci.
Di atas segala yang baik, akan selalu ada sesuatu atau seseorang yang lebih baik.
Hari ini, Yesus berbicara tentang Maria yang memilih “bagian yang terbaik.” Marta sibuk dengan urusan menjamu tamu. Itu memang baik. Maria memilih kedekatan dengan Tuhan dan ia dipuji karena hal itu. Perikop Injil ini bukanlah tentang persaingan antar saudara. Yesus tidak sedang mempertentangkan Maria dengan Marta. Yesus hanya menyatakan bahwa, di atas segala yang baik, akan selalu ada sesuatu atau seseorang yang lebih baik.
Dunia ini benar-benar dipenuhi dengan berkat-berkat dari Allah yang murah hati. Tugas kita adalah membedakan, menyaring berkat-berkat ini, dan belajar menatanya dalam hierarki yang teratur. Karunia-karunia yang Allah berikan kepada kita bukanlah untuk kepentingan karunia itu sendiri. Karunia-karunia itu diberikan kepada kita sebagai jalan menuju Allah, bukan sebagai penghalang bagi Allah.
Saya mengenal seorang teman yang menggunakan aplikasi di ponselnya yang menampilkan bacaan Misa begitu ia pertama kali online pada hari itu.
Ada seorang pria menjelang ajal yang berkata kepada istrinya, “Ketika aku meninggal, aku ingin kamu memasukkan semua uangku ke dalam peti matiku. Aku ingin membawa semuanya bersamaku.” Sang istri, menuruti permintaan terakhir suaminya, mengambil semua uang pria itu, menyetorkannya ke rekening banknya, lalu menerbitkan cek untuk pria itu, dan memasukkan cek tersebut ke dalam peti matinya. Sebuah pilihan yang cerdas.
Apa yang ingin anda bawa bersama anda pada saat-saat terakhir hidup anda? Apa hierarki nilai-nilai anda? Dalam hierarki nilai dan prioritas anda, siapa atau apa yang menempati urutan pertama?
Tuhan, ajarilah aku untuk menjadi hamba-Mu yang rendah hati dan biarkan aku mempersembahkan karunia-karunia yang kuterima dari-Mu dengan membagikannya kepada sesama yang membutuhkan. Amin.

