buah yang baik dari pohon yang baik

Akar yang Dalam, Iman yang Abadi

Sabda Hidup
Sabtu, 12 September 2026, Sabtu Pekan Biasa XXIII
Bacaan: 1Kor 10:14-22a; Mzm 116:12-13.17-18; Luk 6:43-49.

“Tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik…… Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya?Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan? Ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun.” (Luk 6: 43. 47 – 48)

Injil hari ini menyajikan dua perumpamaan: pohon yang dikenali dari buahnya dan rumah yang diuji oleh banjir. Perumpamaan-perumpamaan ini mengingatkan kita bahwa menjadi murid sejati itu harus mendalam, bukan sekadar di permukaan. Kata-kata, pilihan, dan reaksi kita menunjukkan apa yang telah tumbuh di dalam diri kita, sementara badai kehidupan mengungkap kekuatan fondasi kita.

Jika kebencian, sikap kasar, dan ketidakjujuran telah menjadi bagian dari diri kita, memperbaiki perilaku saja tidak cukup; akarnya perlu disembuhkan. Yesus mengajukan pertanyaan: “Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?” Iman lebih dari sekadar kekaguman terhadap Kristus; iman adalah hidup melalui ketaatan. Ketika kita menggali lebih dalam untuk menemukan batu karang yang kokoh, kita membiarkan ajaran-Nya membimbing cara kita mengelola harta benda duniawi, menjalin hubungan satu dengan yang lain, menghadapi musuh, dan mengambil keputusan.

Badai akan datang, dan bersamanya tantangan seperti sakit, kegagalan, dan duka akan mengetuk pintu rumah kehidupan kita. Kuncinya bukanlah agar kita menghindari badai-badai itu, melainkan agar kita yang berakar dalam Kristus dapat menahannya tanpa kehilangan kasih, rasa syukur, atau harapan. Dengan iman yang matang, kita dapat mengubah penderitaan menjadi sesuatu yang bermakna, alih-alih membiarkan kepahitan menguasai kita.

Hari ini memberi kita kesempatan yang indah untuk merenungkan nilai-nilai inti dan fondasi iman kita. Renungkan, apa yang menjadi ungkapkan perbendaharaan hati kita. Apakah ajaran-ajaran Yesus yang kita praktekkan? Mari kita berdoa agar Roh Kudus membantu memperdalam akar kita, membersihkan hati kita, dan memberi kita keberanian untuk bertindak. Ketika Kristus menjadi batu karang yang kokoh di bawah kaki kita, hidup kita akan tetap teguh melewati setiap badai.

Ya Tuhan, jadilah Engkau batu karang, tempat kami menaruh kepercayaan dan di atas-Nya kami membangun hidup kami. Amin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *