maximilian mary kolbe

Tiada Pilihan Tanpa Risiko

Sabda Hidup
Jumat, 14 Agustus 2026, Peringatan Wajib St. Maximilianus Maria Kolbe
Bacaan: Yeh 16:1-15.60.63 atau Yeh 16:59-63; MT Yes 12:2-3.4bcd.5-6Mat 19:3-12.

“Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." (Mat 19: 5 – 6).

Kita mendengar dalam perikope Injil kita hari ini kata-kata Kitab Suci yang paling tegas tentang perkawinan yang tak terceraikan. Hanya Allah yang boleh menceraikan – yakni hanya ketika pasangan dipanggil-Nya.

Reaksi para murid setelah mendengar bahwa tidaklah benar menceraikan perkawinan menarik untuk direnungkan. Mereka berkata: “Jika demikian halnya hubungan antara suami dan isteri, lebih baik jangan kawin,” (Mat 19: 10).

Mereka berkata demikian karena menikah itu terlalu berisiko. Bagaimana jika anda menikah dengan seseorang yang kemudian setelah bertahun-tahun anda sadari bahwa ternyata ia bukan pasangan yang tepat untuk anda? Apa yang akan terjadi pada anda? Anda akan menanggung ketidakbahagiaan sepanjang sisa hidup anda. Oleh sebab itu, terlalu berisiko untuk menikah. Berbahaya! Dapat menyebabkan penderitaan seumur hidup. Bahkan anda dapat kehilangan hidup anda!

Akan tetapi, bukan hanya mereka yang menikah menghadapi risiko. Para imam, biarawan-biarawati pun menghadapi risiko. Ketika kami berbicara tentang hidup selibat banyak orang muda berkata: “Wah… kalau begitu saya tidak akan menjadi seorang imam.” Selibat pun berisiko. Yang paling sederhana, ketika punggung anda gatal atau pegal, anda hanya bisa menggosok-gosokkannya di tiang rumah atau bangku kapel. Namun yang lebih berat, anda dapat menghadapi kesepian. Belum tentu ada jaminan keamanan di masa tua. Anda akan berhadapan dengan macam-macam kekhawatiran dan kecemasan. Sementara ada juga yang berkata, “Lebih baik tetap single. Lihat kami…jojoba…jomblo-jomblo bahagia!”

Sahabat-sahabat, baik menikah maupun tetap single, kita menghadapi banyak risiko. Kita tidak dapat menghindari risiko dalam hidup sebab tidak ada keputusan dan pilihan hidup yang sempurna.

Yang utama bukan soal risiko. Yang utama adalah Allah yang menyertai kita menghadapi risiko apapun. Ia tidak pernah menjanjikan hidup yang bebas dari risiko. Ia tak pernah menjanjikan hidup yang bebas dari masalah. Ia tak pernah menjanjikan hidup yang enak dan nyaman selamanya. Ia hanya berjanji bahwa Ia menyertai kita sampai akhir jaman.

Banyak dari kita takut mengambil risiko dan karenanya tak berani membuat komitmen. Nah itulah masalahnya! Bukan takut ambil risiko tetapi tidak mau membuat komitmen!

Hari ini Gereja memperingati Santo Maksimilianus Maria Kolbe, seorang imam misionaris Ordo Fransiskan, penerbit, penginjil, dan martir yang berasal dari Zdunska-Wola, dekat Lodz Polandia. Moto seumur hidupnya adalah “Kepada Yesus melalui Maria.” Ia dikenal sebagai pelopor penggunaan media massa untuk memajukan devosi kepada Bunda Maria. Ketika Nazi mengambil alih kekuasaan di negara pada tahun 1939, Kolbe ditahan di kamp konsentrasi Auschwitz. Pada tahun 1941, ia secara sukarela menawarkan diri untuk menggantikan seorang pria yang dijatuhi hukuman mati sebagai balasan atas pelarian seorang tahanan. Tawarannya diterima, dan ia meninggal dunia dua minggu kemudian pada tanggal 14 Agustus, sehari sebelum Hari Raya Maria Diangkat ke surga. Karena pilihannya menggantikan hukuman orang lain, ia menghadapi risiko kehilangan nyawanya.

Paus Santo Yohanes Paulus II mengkanonisasinya pada tahun 1982, menyebutnya sebagai “martir cinta kasih.”

Mari mohon terang dan bimbingan Roh Tuhan agar kita berani berkomitmen, apapun pilihan hidup kita. Semoga St. Maksimilianus Maria Kolbe mendoakan kita agar kita tetap setia, apapun risiko yang kita hadapi.

Tuhan semoga kami berani mengambil risiko atas pilihan untuk mengikuti-Mu. Tolonglah kami untuk tetap setia. Amin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *