12 rasul

Tidak Dipanggil untuk Menjadi Penonton

Sabda Hidup
Rabu, 8 Juli 2026, Rabu Pekan Biasa XIV
Bacaan: Hos 10:1-3.7-8.12Mzm 105:2-3.4-5.6-7Mat 10:1-7.

“Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan. Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.” (Mat 10: 1. 5 – 7)

Bacaan Injil hari ini berkisah tentang Yesus yang memanggil kedua belas murid-Nya dan mengutus mereka untuk mewartakan Kerajaan Sorga sudah dekat. Yesus mendelegasikan mandat ilahi yang Ia terima dari Bapa. Menyatakan kedatangan Kerajaan Allah adalah tanggungjawab bersama. Tak seorangpun dari kita dipanggil hanya menjadi penonton. Kita masing-masing adalah bagian yang essensial dari rencana ilahi itu. St. Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Efesus menyatakan hal itu dengan jelas: “Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh,” (Ef 2: 19 – 22). Sayangnya sering kali kita memelihara mentalitas penonton atau melempar tanggungjawab kepada orang lain.

Kalau tidak melempar tanggungjawab, banyak juga yang berkutat dengan rasa tidak layak. Injil hari ini menunjukkan bahwa Tuhan juga memanggil mereka yang tidak layak. Ia memanggil Petrus dan Andreas yang barangkali kurang berpendidikan. Ia memanggil Matius, pemungut cukai yang disingkirkan orang. Ia memanggil Thomas yang peragu, Simon orang Zelot yang ultra nasionalis. Bahkan Ia memanggil Yudas Iskariot yang akan mengkhianati Dia. Meski tidak layak, penuh kekurangan Yesus memanggil mereka.

Atas cara yang sama, meski keberdosaan dan ketidaklayakan kita, Yesus memanggil kita menjadi murid-murid-Nya. Ia memanggil kita bukan tanpa alasan tetapi Ia memilih kita karena Ia mengenal kita masing-masing. Oleh sebab itu, tidak perlu kita takut dan khawatir jika Ia menghendaki kita untuk melakukan lebih dari sekadar menghadiri misa! Biarlah Ia memakai kita untuk kemuliaan Kerajaan-Nya!

Kita menjadi pengikut Kristus bukan untuk menjadi penonton. Kita dipanggil untuk menegakkan Kerajaan Allah dalam situasi apapun dan dimanapun kita berada. Kita adalah bagian tak terpisahkan dari rencana Allah. Yesus mengingatkan kita dan ingin kita mengingatkan orang lain bahwa, “Kerajaan surga sudah dekat”. Adalah tugas kita untuk mewujudkannya dalam kehidupan dan situasi kita masing-masing.

Ya Tuhan, bimbinglah pikiran, perkataan, dan perbuatanku sehingga aku dapat memberitakan kerajaan-Mu dengan caraku sendiri, meski sangat sederhana. Amin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *