kamu milik allah

Kamu Milik Allah

Selasa, 2 Juni 2026, Selasa Pekan Biasa IX
Bacaan: 2Ptr 3:12-15a.17-18Mzm 90:2.3-4.10.14.16Mrk 12:13-17.

"Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!" (Mrk 12: 17)

Yudea dan Samaria berada di bawah kekuasaan langsung Romawi, dan pajak sensus telah dikenakan kepada mereka. Hal ini menimbulkan kemarahan dan kekecewaan yang mendalam di kalangan rakyat. Mereka dihadapkan pada pertanyaan, haruskah kita mengikuti aturan kaisar atau hukum Allah? Yesus mengajarkan kepada mereka bahwa mengikuti aturan dan peraturan negera tidak dapat disamakan dengan iman kepada Allah.

Dalam perikope Injil hari ini, mereka yang ingin menjebak Yesus justru terjebak dalam perangkap mereka sendiri. Pertanyaan tentang pajak memberi Yesus kesempatan untuk mengingatkan pendengarnya bahwa kita harus memberikan kepada Kaisar apa yang menjadi hak Kaisar dan kepada Allah apa yang menjadi milik Allah. Ajaran sosial Gereja mengajarkan kepada kita bahwa kita adalah bagian dari masyarakat karena kita hidup di dalamnya, dan kita harus mematuhi hukum-hukum yang adil di negara tempat kita berada. Ini juga merupakan cara untuk bersaksi tentang iman kita: menjadi warga negara yang bertanggung jawab.

Sesungguhnya, pertanyaan yang diajukan kepada Yesus adalah jebakan yang tersembunyi di balik lapisan pujian. Tampaknya tidak ada jalan keluar dari dilema tersebut karena persekongkolan mereka melibatkan penipuan di kedua belah pihak. Di dunia kuno, mata uang dianggap milik penguasa karena memuat gambarnya.

Markus menampilkan kecerdikan Yesus ketika Ia meminta mereka menunjukkan sebuah koin satu dinar. Ini adalah langkah yang cerdik. Para penentang Yesus memperhitungkan bahwa jika Yesus setuju membayar pajak kepada Kaisar, mereka dapat menuduhnya bekerja sama dengan pemerintahan Romawi yang menindas. Namun, karena mereka sendiri sudah menggunakan koin Kaisar Romawi, berarti mereka sudah bekerja sama dengan pemerintahannya. Dengan demikian, dalam upaya mereka menjebak Yesus, mereka justru mengungkap diri mereka sendiri.

Yesus tidak mengambil koin dari saku-Nya, melainkan meminta lawan-lawannya untuk menunjukkan sebuah koin kepadanya. Hal ini menunjukkan bahwa Yesus tidak menggunakan koin tersebut. Koin itu berasal dari lawan-lawannya. Dengan demikian, dengan memiliki koin Romawi, mereka telah mengungkap diri mereka sebagai kolaborator dengan Romawi, bukan dengan Yesus. Ini adalah titik lemah, terutama bagi para Farisi. Karena koin itu memuat gambar Kaisar, yang perlu Ia katakan hanyalah, “Kembalikan benda tak berharga ini kepada Kaisar.”

Kemudian Ia menegaskan, “Berikan kepada Allah apa yang menjadi milik Allah.” Jika mata uang dibuat dengan cap penguasa, kita diciptakan dengan cap PENGUASA segala penguasa, yakni ALLAH sendiri. Oleh karena itu kita harus mengembalikan diri kita kepada Allah, dalam arti mempersembahkan diri seutuhnya kepada-Nya sebagai tanda cinta dan bakti karena kita adalah milik Allah. Di samping itu, segala sesuatu di atas dunia termasuk manusia adalah milik Allah, diciptakan dan dilengkapi dengan cap-Nya maka harus diberikan kembali kepada-Nya, yaitu untuk dipakai sesuai rencana ilahi-Nya.

Kita harus mencari dan melaksanakan kehendak Allah, mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya (Mat 6:33). Apakah kita pernah menyadari diri kita sebagai ciptaan istimewa di hadiratNya? Sebagai pengikut Kristus, kita ini segambar dengan Kristus karena sakramen pembaptisan. Maka, memberi diri secara total kepada Kristus berarti menjadi serupa dengan Kristus. Apa yang perlu aku lakukan supaya aku menjadi milik Kristus sepenuhnya?

Segala sesuatu dalam hidupku adalah milik-Mu, ya Tuhan. Terima kasih. Amin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *