Sabtu, 30 Mei 2026, Sabtu Pekan Biasa VIII
Bacaan: Yud 1:17.20b-25; Mzm. 63:2,3-4,5-6; Mrk 11:27-33
“Lalu Yesus dan murid-murid-Nya tiba pula di Yerusalem. Ketika Yesus berjalan di halaman Bait Allah, datanglah kepada-Nya imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua, dan bertanya kepada-Nya: "Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu, sehingga Engkau melakukan hal-hal itu?" (Mrk 11: 27 – 28).
Bacaan pertama untuk hari ini berasal dari Surat Yudas. Surat ini sering diabaikan karena hanya terdiri dari satu pasal dan mencakup berbagai masalah yang ada di dalam komunitas di mana surat ini ditulis. Ternyata, adanya beberapa guru yang menyimpang dari ajaran Kristen telah menyebabkan ketegangan di dalam komunitas.
Penulis mengingatkan para pendengarnya bahwa para rasul sendiri pun telah meramalkan akan adanya orang-orang yang mengejek dan mengolok-olok iman Kristen. Namun, ia mendorong para pendengarnya untuk berdiri teguh dalam keyakinan mereka, tetap berdoa, dan bertekun dalam iman mereka. Orang-orang beriman juga dinasihati untuk memperbaiki kebingungan apa pun yang mereka temui dan untuk menolong mereka yang mungkin telah disesatkan. Rasul Yudas menekankan pentingnya untuk hanya mengandalkan Kristus untuk perlindungan terhadap kemurtadan dari iman.
Sangatlah mungkin bagi kita untuk disesatkan saat ini. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk berhati-hati dan tidak menerima begitu saja setiap pendapat baru yang datang kepada kita. Walau demikian, berpikiran terbuka juga sama pentingnya. Kita harus bersedia untuk mempertimbangkan wawasan-wawasan baru dalam posisi teologis dan terbuka terhadap perspektif-perspektif baru. Ini adalah tanda pertumbuhan yang positif. Di sinilah arti penting discernment – secara cermat kita membeda-bedakan mana yang benar, mana yang sesat.
Dalam Injil hari ini, orang-orang yang berhadapan dengan Yesus tidak terbuka untuk berdiskusi dengan-Nya karena pikiran mereka tertutup. Sebagai orang Kristen, kita percaya bahwa Yesus mengajar dengan otoritas yang diterima dari Tuhan, tetapi kita mengakui bahwa kita tidak serba tahu. Pertanyaan-pertanyaan baru muncul setiap hari dalam kehidupan, komunitas, budaya, dan bangsa kita. Namun, Yesus dalam Injil tetaplah sama: “kemarin, hari ini, dan sampai selama-lamanya.”
Jika kita menghadapi tantangan-tantangan terhadap iman kita dengan sukacita dan keberanian, kita berdiri di atas kebenaran yang menuntun pada kehidupan kekal.
Tuhan, teguhkan iman kami dalam menghadapi tantangan-tantangan jaman ini. Amin.

