merciful father

Prapaskah: Peziarahan Belas Kasih

Senin, 2 Maret 2026, Senin Pekan Prapaskah II
Bacaan: Dan. 9:4b-10Mzm. 79:8,9,11,13Luk. 6:36-38.

“Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati. Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni. Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu," (Luk 6: 36 – 38).

Masa Prapaskah adalah peziarahan suci — perjalanan transformasi, belas kasih, dan harapan. Kita dipanggil untuk menempuh jalan perubahan ini, menerima kasih Allah, dan menjadi saluran belas kasih-Nya.

Injil hari ini memanggil kita untuk menjadi seorang yang penuh belas kasih. Teks bahasa Inggris yang mengatakan: “Be merciful, just as your Father is merciful,” (Luk 6: 36). Merciful, berbelaskasih, lebih dari murah hati. Pengampunan bukanlah tindakan instan, melainkan perjalanan seumur hidup. Yesus mengajak kita untuk mengalihkan fokus — bukan pada mereka yang telah menyakiti kita, tetapi pada hati kita sendiri dan hubungan kita dengan Allah. Dendam dan amarah mengikat kita pada luka masa lalu, tetapi belas kasih membebaskan kita. Dengan kembali pada esensi kita sebagai anak-anak Allah yang terkasih, kita membiarkan kasih karunia-Nya menyembuhkan kita dan membantu kita tumbuh dalam belas kasih.

Masa Prapaskah juga merupakan waktu untuk melepaskan penilaian. Ketika kita menilai atau menghakimi orang lain, kita membatasi pertumbuhan mereka dan memenjarakan mereka dalam pikiran kita sendiri. Penilaian menciptakan hambatan, sementara belas kasih membuka pintu hati kita bagi orang lain. Perjalanan masa Prapaskah mengajak kita untuk melihat ke dalam diri sendiri ketimbang mengukur kehidupan orang-orang di sekitar kita.

Maka, masa suci ini mengajak kita untuk memeriksa standar yang kita tetapkan bagi orang lain. Apakah kita selalu menghakimi orang-orang di sekitar kita sambil mengabaikan kelemahan kita sendiri? Apakah kita bertindak sebagai penjaga iman, menentukan siapa yang layak menerima kasih Allah? Masa Prapaskah mendorong kita untuk melihat ke dalam diri kita sendiri, menegakkan integritas, dan menyelaraskan tindakan kita dengan keyakinan kita.

Mari kita berjalan bersama dengan kerendahan hati, berbelas-kasih kepada orang lain sebagaimana kita menerima belas kasih dari Allah. Peziarahan ini membawa kita kepada hati Bapa, di mana setiap jiwa menemukan penyembuhan dan pembaruan.

Tuhan, semoga aku ingin
menghibur daripada dihibur,
memahami daripada dipahami,
mencintai daripada dicintai,
sebab dengan memberi aku menerima,
dengan mengampuni aku diampuni,
dengan mati suci aku bangkit lagi untuk hidup selama-lamanya. Amin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *