paulus miki dkk

Tegak Lurus pada Kebenaran

Jumat, 6 Februari 2026, Peringatan Wajib St. Paulus Miki dkk
Bacaan: Sir. 47:2-11Mzm. 18:31,47,50,51Mrk. 6:14-29.

“Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri. Karena Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!" Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat, sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia,” (Mrk 6: 17 – 20).

Injil hari ini memberi gambaran dua pribadi yang bertolak belakang. St. Markus seakan membandingkan keduanya. Di satu sisi, St. Yohanes Pembaptis, pribadi yang kuat, patut dikagumi dan kredibel. Ia tidak takut mengatakan kebenaran. Ia berbicara jujur, berani, tidak takut akan konsekuensi atas kebenaran yang ia lakukan. Sungguh, kepalanya dipancung karena ia tidak takut mengatakan kebenaran bahwa Herodes hidup secara amoral. Ia dengan jujur berkata kepada Herodes: “Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!”

Di satu sisi, Herodes adalah seorang pribadi yang lemah, tak punya pendirian, selalu terombang-ambing. Teman-teman di Philippines menyebutnya “balimbing”, sebab seperti buah belimbing memiliki banyak sudut, pendiriannya tidak jelas, bercabang-cabang, punya banyak sudut. Reaksinya kepada orang-orang dan kejadian yang berbeda-beda menunjukkan bahwa ia adalah pribadi yang tidak stabil dan tidak pasti. Ketika ia dikritik oleh Yohanes pembaptis atas hidupnya yang amoral ia marah terhadap Yohanes. Tetapi ia juga senang mendengarkan Yohanes dan segan kepadanya karena ia tahu bahwa Yohanes adalah seorang yang benar dan suci.

Saat ini ada banyak herodes-herodes, dan mungkin termasuk diri kita sendiri. Acap kali prinsip-prinsip moral dan kristiani kita kompromikan dengan macam-macam alasan. Banyak orang mengorbankan kebenaran karena kepentingan pribadi dan nafsu kuasa – sebab dari kekuasaan dan posisi mereka mendapatkan keuntungan. Banyak yang menjadi penjilat untuk mengamankan kepentingannya. Kita tahu bahwa sebagai orang-orang Kristiani kita harus berdiri tegak demi Kristus dan Injil-Nya. Tetapi sering kali kita takut akan harga yang harus kita bayar: kita mungkin akan kehilangan sahabat, teman, khawatir usaha kita mati ketika kita berpegang pada nilai-nilai manusiawi dan Kristiani.

Hari ini kita peringati St. Paulus Miki dan kawan-kawannya, para martir Jepang. Paulus Miki yang lahir sekitar tahun 1565. Ketika dewasa ia masuk Serikat Yesus dan mewartakan Injil di tanah airnya dengan hasil baik. Kemampuannya berkotbah sangat luar biasa. Akan tetapi sekitar tahun 1597 muncul penganiayaan terhadap orang-orang Katolik. Paulus bersama 20 orang Jepang lainnya dan 6 misionaris dari Ordo St. Fransiskus ditangkap dan disiksa. Penyiksaan terhadap mereka sungguh kejam. Telinga mereka disayat, tubuh mereka disesah hingga memar dan berdarah. Setelah itu mereka diarak keliling kota dan dipertontonkan kepada seluruh rakyat. Kepada para penguasa, Paulus menulis surat yang bunyinya: “Apakah dengan penyiksaan ini kalian sanggup merampas harta dan kemuliaan yang telah di berikan Tuhan kepada kami? Seyogiayanya kamu harus bergembira dan mengucap syukur atas kemuliaan yang diberikan oleh Tuhan kepada kami.” Karena iman yang mereka pertahankan tanpa kompromi, mereka pun disalibkan di sebuah bukit di pinggir kota Nagasaki. Bahkan dari atas salib, Paulus Miki tetap meneguhkan kawan-kawannya.

Semoga kita seperti Yohanes Pembaptis dan St. Paulus Miki, berani berpegang pada iman dan setia memperjuangkan yang baik, adil dan benar, apapun risikonya. “Stand up for justice, stand up for truth; and God will be at your side forever!” “Berdiri tegak memperjuangkan keadilan dan kebenaran; dan Tuhan akan ada di pihakmu selamanya!” kata Martin Luther King Jr.

Tuhan, beri kami kekuatan untuk berpegang pada kebenaran, apapun risikonya. Amin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *