para rasul

Dipanggil untuk Melayani

Jumat, 23 Januari 2026, Jumat Pekan Biasa II
Bacaan: 1Sam. 24:3-21Mzm. 57:2,3-4,6,11Mrk. 3:13-19

“Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan merekapun datang kepada-Nya. Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan.” (Mrk 3: 13 – 15)

Ada yang bilang kalau Nuh itu pemabuk; Yakub adalah seorang penipu; Lea istri Yakub tidak cantik; Abraham terlalu tua; Isak adalah seorang pemimpi siang hari; Yusuf adalah orang yang selalu di-bully; Gideon adalah seorang penakut; Elia ingin bunuh diri; Yunus melarikan diri; Ayub adalah seorang yang bangkrut; Yeremia adalah seorang yang cengeng; Petrus menyangkal gurunya; para murid tertidur saat Guru mereka berdoa dalam sakrat maut…. Mereka semua tidak sempurna! Jika kita merasa bahwa kita ini tidak berguna di hadapan Tuhan, ingat saja mereka.

Sabda Tuhan dalam Injil hari ini mengingatkan kita bahwa panggilan melayani Tuhan adalah sebuah anugerah. Penetapan Keduabelas Rasul, menurut Markus, seutuhnya berdasarkan pilihan atau kehendak Yesus. “Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan merekapun datang kepada-Nya,” (Mrk 3: 13). Penetapan itu adalah hak prerogatif Yesus, dan Yesus memilih orang-orang biasa, sebagian besar adalah orang-orang Galilea.

Hal ini menyadarkan kita bahwa melayani Allah adalah kisah belas kasih Allah, bukan pemberian suatu privelese tertentu. Panggilan adalah inisiatif dan karunia Allah. Yesus sendiri pernah bersabda: “Bukan kamu yang memilih Aku, melainkan Aku yang memilih kamu,” (Yoh 15: 6).  Selain itu, para rasul ditetapkan secara pribadi oleh Tuhan. Ini mencerminkan sifat panggilan Tuhan yang unik dan pribadi bagi kita masing-masing. Sama seperti para rasul diberi nama yang kaya akan makna, demikian juga kita dipanggil dengan nama kita untuk mengambil bagian dalam Perutusan Tuhan.

Oleh sebab itu:

  • Melayani Tuhan dan Gereja harus menghantar kita pada kerendahan hati.
  • Melayani Tuhan dan Gereja harus dihayati dengan penuh syukur.
  • Melayani Tuhan dan Gereja bukan sekadar inisiatif kita, tetapi adalah tanggapan dan tanggungjawab kita – sesuatu yang harus kita laksanakan dan hayati dengan serius.
  • Melayani Tuhan dan Gereja kita laksanakan dengan keyakinan karena Tuhanlah yang ada di belakang kita.

Panggilan kita untuk menjadi pengikut Kristus adalah anugerah. Apakah kita mensyukurinya dan menghargainya dengan mejalankan tugas kita dengan baik?

Aku adalah hamba-Mu yang hina dina, ya Tuhan. Pakailah aku sesuai kehendak-Mu. Amin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *