dia yang tak dikenal

Ia Berdiri di Tengah-Tengah Kita

Jumat, 2 Januari 2026, Peringatan Wajib St. Basilius Agung dan St. Gregorius dari Nazianse
Bacaan: 1Yoh. 2:22-28Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4Yoh. 1:19-28

“Di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak." [Yoh 1: 26 - 27]

Pada bagian akhir perikope Injil hari ini, Yohanes Pembaptis berkata kepada mereka yang menanyakan identitasnya, “Di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku.” Yesus, Anak Allah, Firman yang menjadi daging, berdiri di tengah-tengah mereka, tetapi mereka tidak menyadari arti penting-Nya. Yohanes tahu siapa Yesus yang sebenarnya. Ia dapat melihat lebih dalam daripada mereka yang mempertanyakannya.

Ia ingin membuka mata orang-orang semasanya agar mereka dapat melihat Yesus seperti yang ia lihat dan mengenal-Nya seperti yang ia kenal. Yesus berada di dekat mereka, berdiri di tengah-tengah mereka. Namun, Ia juga jauh dari mereka, karena mereka buta terhadap siapa Dia. Allah hadir di tengah-tengah mereka melalui Yesus, tetapi mereka tidak menyadarinya.

Yohanes Pembaptis dapat menggunakan kata-kata yang sama untuk ditujikan kepada kita hari ini, ‘Ia ada di tengah-tengah kalian, tetapi kalian tidak mengenal-Nya’. Yesus, yang kini telah bangkit sebagai Tuhan, berdiri di tengah-tengah kita. Dia hadir bagi kita sebagaimana Dia hadir bagi sesama-Nya. Meskipun Ia berdiri di tengah-tengah kita, tetapi kita tidak mengenalnya. Kita tidak selalu menyadari kehadiran-Nya. Kita gagal menghargai makna kehadiran-Nya bagi kita. Kita kadang-kadang hidup seolah-olah Dia tidak berada di antara kita.

Kita sering membutuhkan sosok seperti Yohanes Pembaptis untuk membantu kita melihat Tuhan yang berada di tengah-tengah hidup kita. Kita semua membutuhkan bimbingan orang lain yang melihat lebih dalam daripada kita. Orang lain dapat membantu kita melihat Tuhan yang berdiri di tengah-tengah kita, tetapi kita juga dapat membantu diri kita sendiri. Kita dapat belajar menjadi lebih peka terhadap Tuhan yang berdiri di tengah-tengah kita. Kita dapat menjadi lebih responsif terhadap undangan Tuhan setiap saat untuk ‘datanglah dan lihatlah’.

Di awal tahun yang baru ini, kesadaran bahwa Ia “berdiri di tengah-tengah kita” memberi kita keyakinan untuk melangkah dengan mantap dan optimis. Ia sendiri telah berjanji: “Aku menyertai kamu sampai akhir jaman,” (Mat 28: 20).

Tuhan, buka mata hati kami, agar mampu melihat Engkau yang berdiri di tengah-tengah kami. Kami percayakan awal peziarahan kami tahun ini dalam penyertaan-Mu. Amin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *