yesus

Undangan Untuk Bertobat

Jumat, 3 Oktober 2025, Jumat Pekan Biasa XXVI
Bacaan: Bar. 1:15-22Mzm. 79:1-2,3-5,8-9Luk. 10:13-16.

"Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. Akan tetapi pada waktu penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu. Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati!” (Luk 10: 13 – 15)

Apa yang anda rasakan ketika anda berbicara dengan seseorang tetapi orang itu malahan sibuk mengetik atau membaca pesan di ponselnya? Tentu anda akan merasa jengkel. Itu dapat menjadi pengalaman yang membuat anda frustrasi ketika anda mengetahui bahwa dia sama sekali tidak memberikan perhatian penuh kepada Anda.

Kata-kata Yesus dalam Injil hari ini sangat keras dan nampak mengutuk. Ia mengutuk kota-kota Khorazim dan Bethsaida. Khorazim adalah kota kecil yang tidak jauh dari Capernaum, yang dikenal sebagai kota Yesus. Yesus sering mengunjungi kota ini. Kitab Suci tidak menyebutkan mukjizat-mukjizat khusus yang dilakukan Yesus di sana, tetapi Kitab Suci menyatakan bahwa orang-orang di sana menyaksikan “kebanyakan” mukjizat-Nya dan menyaksikan karya-karya besar-Nya, namun mereka tetap acuh tak acuh dan gagal bertobat. Di seberang danau Galilea terdapat kota Bethsaida. Di sini, Yesus melakukan lebih banyak mukjizat. Ia memberi makan lima ribu orang dengan lima roti dan dua ikan (Mrk 11:30-44). Ia menyembuhkan seorang buta (Mrk 8:22-26). Sama seperti di Khorazim, orang-orangnya tidak bereaksi atau merespons Yesus. Di Kapernaum, Yesus tinggal lebih lama. Itu adalah basis karya-Nya. Namun Ia menghadapi banyak penolakan. Di sisi lain, di kota-kota Tirus dan Sidon, Yesus hanya menghabiskan sedikit waktu dan melakukan lebih sedikit mukjizat, namun penduduknya bertobat dan berubah. Oleh karena itu, Yesus memuji Tirus dan Sidon dan mengutuk Khorazim, Betsaida, dan Kapernaum.

Yesus tentu merasa frustrasi dengan ketidakpercayaan mereka. Setelah semua yang telah Dia lakukan, mereka masih belum mengerti. Itu jugalah yang Tuhan rasakan terhadap kita ketika Ia mencurahkan kasih dan berkat-Nya yang berlimpah kepada kita, tetapi kita sering tidak ‘mengerti’, karena kita tidak mau menerimanya, atau kita tidak peduli karena kita terlalu asyik dengan agenda pribadi dan terbebani oleh masalah-masalah kita, atau kita dibutakan oleh kepentingan duniawi.

Setiap hari, setiap saat adalah kesempatan untuk melihat dan mengalami banyak mujizat dalam diri kita dan di sekeliling kita. Mujizat bahwa kita masih bernafas, jantung kita masih berdenyut, mujizat persahabatan, pengampunan, keindahan ciptaan, dan masih banyak lagi. Semua mengundang kita untuk semakin dekat dengan-Nya.

Semoga kita semua menjadi lebih peka dan lebih bersyukur kepada Tuhan yang merengkuh kita dengan mujizat-mujizat-Nya. Semoga kita lebih menghargai apa yang sudah kita miliki ketimbang menggerutu tentang apa yang tidak kita miliki, atau mengkhawatirkan apa yang ingin kita miliki.

Tuhan, semoga aku tidak lupa bersyukur atas segala berkat yang aku terima. Semoga aku bertobat dan semakin mendekatkan diri pada-Mu. Amin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *