siapakah aku

Siapa Aku Bagimu?

Kamis 7 Agustus 2025,  Kamis Pekan Biasa XVIII
Bacaan: Bil. 20:1-13Mzm. 95:1-2,6-7,8-9Mat. 16:13-23.

"Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" (Mat 16: 15-16).

Bacaan Injil hari ini, menampilkan Yesus yang mengajukan pertanyaan yang sangat pribadi: “Apa katamu, siapakah Aku?” Ini bukan ujian teologi; ini adalah pertanyaan seorang kekasih kepada seorang yang dikasihinya: “Siapakah Aku bagimu? Di mana tempatku dalam hidupmu?” Pertanyaan ini menembus rutinitas harian dan ibadah kita, dan menantang kita untuk memeriksa dasar iman kita. Apakah kita mengikuti Yesus sekadar untuk menjadi “orang yang lebih baik”? Atau kita siap menyerahkan seluruh hidup kita bagi visi radikal-Nya tentang kemanusiaan yang diperbarui?

Petrus menjawab, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup.” Jawabannya benar, tetapi pemahamannya masih terhalang oleh gagasan duniawi tentang Mesias yang berkuasa. Ia melihat seorang pahlawan penakluk, bukan Hamba yang menderita. Namun Yesus memberkati dia —bukan karena ia memahami segalanya dengan sempurna, tetapi karena hatinya terbuka terhadap wahyu Bapa.

Yesus lalu menamainya “Petrus” dan berbicara tentang membangun Gereja-Nya bukan atas kekuatan manusia, tetapi atas dasar iman yang diwahyukan. Kristus adalah batu karang yang sejati (Yunani: petra); Petrus adalah batu fondasi (petros) yang ditempatkan dalam struktur hidup ini. Gereja dibangun atas iman kepada Yesus, bukan atas kekuatan duniawi.

Yesus juga berbicara tentang gerbang alam maut, menggambarkan kerajaan kejahatan — korupsi, kekerasan, dan keputusasaan — yang tampaknya tak tertembus. Namun Injil memiliki kuasa. Jika kita percaya pada Kristus, kita menjadi pembawa kabar tentang cinta yang menghancurkan gerbang-gerbang itu. Namun kita harus membuka lebar pintu, seperti yang dipercayakan kepada Petrus — bukan untuk mengontrol siapa yang masuk, tetapi untuk membawa semua orang kepada Kristus.

Yesus mempercayakan Gereja ini, Tubuh-Nya, kepada kita. Ia mengundang kita tidak hanya untuk mengaku dengan kata-kata, tetapi untuk membedakan dengan kebijaksanaan, hidup dengan keberanian, dan dengan setia mengikuti-Nya bahkan ketika jalan itu sulit. Siapakah Yesus bagi Anda? Jawabannya mengubah segalanya.

Tuhan Yesus Kristus, semoga Engkau tetap menjadi batu penjuru, fondasi bangunan kehidupan kami, dan semoga kami dapat membangun Gereja melalui pelayanan yang penuh kasih dan pengabdian. Amin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *