Sabtu, 8 November 2025, Sabtu Pekan Biasa XXXI
Bacaan: Rm. 16:3-9,16,22-27; Mzm. 145:2-3,4-5,10-11; Luk. 16:9-15.
"Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar,” (Luk 16: 10).
Hari ini Yesus sekali lagi bersabda dengan penuh kuasa. Ia menggunakan “Aku berkata kepadamu” (Luk 16: 9), Ia mengatakan sesuatu dengan penekanan tertentu, tentu hendak mengajarkan sesuatu yang penting bagi kita. Apakah yang ingin Ia sampaikan? Tuhan ingin agar semua orang diselamatkan, dan untuk datang pada pengetahuan kebenaran (bdk. 1 Tim 2: 4); Tuhan ingin agar kita semua menjadi kudus. Ia menunjukkan kepada kita, perilaku yang perlu, yang akan membantu kita mencapai kekudusan dan kebaikan yang sejati, yakni setia pada hal-hal kecil, menjadi otentik dan tidak lupa bahwa Ia melihat isi hati kita.
Setia dalam perkara-perkara yang kecil pasti dapat kita lakukan. Keseharian kita terdiri dari apa yang kita sebut “hal-hal yang biasa”, hal-hal yang normal: pekerjaan yang sama dari hari ke hari, bertemu orang yang sama, hidup komunitas yang biasa, hidup dalam keluarga yang biasa-biasa…. Dan dalam hal-hal yang biasa itulah kita harus bertumbuh menjadi pribadi yang sepenuhnya dan bertumbuh dalam kekudusan.
“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar,” (Luk 16: 10). Hendaknya kita melaksanakan semua hal dengan baik, dengan niat yang benar dan maksud-maksud yang jujur untuk memuliakan Allah, Bapa kita. Segala sesuatu yang kita laksanakan dalam kasih akan mempunyai makna yang lebih besar dan mempersiapkan diri kita menjadi sungguh-sungguh baik.
Pernahkah Anda melihat bagaimana sebuah gedung megah dibangun? Satu batu-bata di atas yang lain. Ribuan. Tetapi, disusun satu per satu dan direkatkan dengan semen, sedikit demi sedikit. Sebuah batu bata, nampak sangat kecil dibandingkan dengan keseluruhan bangunan yang besar dan megah, namun masing-masing batu bata mempunyai arti yang besar untuk membangun keseluruhan. Dan para tukang bekerja, pada jam yang sama, hari demi hari… Jadi, bagaimana sebuah gedung megah itu dibangun? Berkat hal-hal kecil!
Demikian juga hidup kita yang dikehendaki Tuhan, dibangun dari hal-hal yang kecil.
“Be faithful in small things because it is in them that your strength lies”, “setialah dalam hal-hal kecil sebab dalam hal-hal kecil itulah terletak kekuatanmu,” demikian kata St. Teresa dari Calcutta.
Tuhan, semoga kesetiaan kami kepada hal-hal kecil dan biasa, dari hari ke hari, menghantar kami kepada-Mu. Amin.

