farisi meminta tanda

Meminta Tanda

Senin, 16 Februari 2026, Senin Pekan Biasa VI
Bacaan: Yak. 1:1-11Mzm. 119:67,68,71,72,75,76Mrk. 8:11-13.

“Maka mengeluhlah Ia dalam hati-Nya dan berkata: "Mengapa angkatan ini meminta tanda? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kepada angkatan ini sekali-kali tidak akan diberi tanda." [Mrk 8: 12]

Ketika kita menyadari bahwa orang-orang di sekitar kita tidak menerima apa yang kita lakukan, kita mengeluh. Ketika kesedihan yang tak terkatakan merebak di dalam diri kita, kita mengeluh. Tuhan mengeluh ketika Ia melihat kedangkalan iman kita, ketika kita memberontak terhadap kebenaran, ketika kita sendiri melakukan hal-hal yang menghalangi Roh Kudus untuk masuk ke dalam hati kita. Permintaan orang-orang Farisi akan sebuah tanda adalah tanda yang sebenarnya dari kurangnya iman mereka kepada-Nya – karena mereka telah menyimpulkan bahwa Yesus bersekongkol dengan Beelzebul (Mrk. 3:22).

Tinggal dua hari lagi kita memasuki masa Prapaskah. Dalam peristiwa pencobaan Yesus di padang gurun, Iblis meminta Yesus untuk mengubah batu menjadi roti atau melompat dari bubungan Bait Allah untuk menunjukkan kekuatannya yang spektakuler.

Pencobaan bagi Yesus tidak hanya terjadi di padang gurun, tetapi itu adalah kenyataan yang terus menerus terjadi sepanjang hidup-Nya. Konfrontasi dengan orang-orang Farisi dalam Injil hari ini adalah salah satu contohnya. Di sini, orang-orang Farisi mengambil peran Iblis dan meminta tanda dari surga, seperti dalam kisah pencobaan. Yesus menolak untuk menuruti permintaan Iblis di padang gurun, dan juga di sini Ia menjawab orang-orang Farisi. “Sesungguhnya kepada angkatan ini sekali-kali tidak akan diberi tanda!”

Yesus pergi dan tidak menuruti keinginan mereka, karena Dia tahu bahwa pikiran mereka sudah benar-benar tertutup, dan tidak ada tanda yang akan meyakinkan mereka. Iman yang sejati tidak membutuhkan tanda-tanda; iman yang sejati adalah percaya, percaya, dan mengasihi – seperti yang kita baca dalam surat Yakobus dalam bacaan pertama hari ini.

Berapa sering saya meminta tanda dan jaminan? Apakah Sabda Yesus tidak cukup meyakinkan? Bukankah iman berarti percaya kepada-Nya? Betapa sering kita seperti para Farisi, mengharapkanTuhan untuk mengerjakan hal-hal yang luar biasa dan spektakuler dalam menyatakan diri-Nya, dalam menyatakan cinta-Nya kepada kita, baru kita percaya! Padahal, sepersekian detik saja Ia berhenti bekerja, lenyaplah kita! Masihkah kita membuatnya mengeluh karena ketidakpercayaan kita?

Tuhan, semoga aku selalu mengenali kehadiran-Mu yang menyelamatkan dalam hidup keseharianku dan tidak pernah melupakan janji-Mu saat aku menghadapi cobaan dan kesulitan. Beri aku iman yang tak pernah goyah, harapan yang tak pernah pudar, dan cinta yang tak menjadi dingin. Amin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *