datanglah kepada ku

Datanglah Kepada Yesus

Sabda Hidup
Minggu, 5 Juli 2026, Minggu Biasa XIV Tahun A
Bacaan: Za. 9:9-10Mzm. 145:1-2,8-9,10-11,13cd-14Rm. 8:9,11-13Mat. 11:25-30.

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan." (Mat 11: 28 – 30)

Bacaan Injil untuk Minggu ini terbagi menjadi tiga bagian: pertama, Yesus bersyukur kepada Bapa karena telah mengungkapkan Kerajaan Surga kepada orang-orang kecil dan yang sederhana. Kemudian, dalam bagian kedua, Ia mengungkapkan hubungan yang erat antara diri-Nya dan Bapa. Akhirnya, Ia mengundang kita untuk menemukan penghiburan di dalam diri-Nya dengan mengikuti-Nya.

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Jelaslah bahwa Yesus sedang berbicara kepada orang-orang yang Ia temui setiap hari di jalan-jalan Galilea: orang-orang sederhana, orang miskin, orang sakit, orang berdosa, dan mereka yang terpinggirkan….

Orang-orang inilah yang selalu mengikuti-Nya untuk mendengarkan firman-Nya — firman yang memberi harapan! Hidup bisa terasa berat, dan Tuhan mengetahuinya. Ada banyak hal yang melelahkan hati: kekecewaan dan luka dari masa lalu, beban dan ketidakadilan di masa kini, ketidakpastian dan kekhawatiran akan masa depan.

Di zaman kita saat ini, undangan Yesus ini menjangkau banyak saudara dan saudari yang tertindas oleh kondisi hidup yang tidak pasti. Banyak orang kelelahan akibat beban penolakan dan ketidakpedulian yang tak tertahankan.

Begitu banyak orang hidup di pinggiran masyarakat, menderita karena kemiskinan ekstrem, frustrasi, dan ketidakpuasan. Ribuan orang terpaksa mengungsi dari tanah kelahiran mereka, mempertaruhkan nyawa. Lihatlah di sekitar kita, begitu banyak yang terusir dari tanah mereka karena proyek-proyek ambisius yang menguntungkan segelintir orang saja: di Papua, NTT, Riau, Kalimantan…. dan masih banyak lagi. Lihatlah mereka yang terusir karena konflik-konflik yang berpuluh-puluh tahun tak terselesaikan…. Setiap hari, semakin banyak orang yang menanggung beban ekonomi yang mengeksploitasi mereka dan memaksakan “kuk” yang tak tertahankan — sesuatu yang tidak ingin ditanggung oleh kaum yang beruntung, yaitu mereka yang berada di lapisan atas masyarakat. Beberapa waktu yang lalu telah dirilis logo HUT ke 81 Kemerdekaan RI yang mirip bapak gendut dengan mimbar pidatonya dengan slogan “Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur” yang sudah banyak diplesetkan menjadi “Indonesia Berdaulat Adil bagi yang Makmur.” Satire pedih kondisi masyarakat kita.

Kepada setiap anak Bapa di surga ini, Yesus mengulangi undangan-Nya: “Datanglah kepada-Ku, kalian semua.” Undangan Yesus ditujukan kepada semua orang. Namun terutama bagi mereka yang paling menderita. Kita masing-masing pun mungkin sedang memikul beban: beban karena tanggungjawab kita, karena peran kita, karena situasi keluarga kita, karena kondisi ekonomi, karena sakit yang sedang diderita, dan masih banyak lagi….. Hari ini Ia berkata kepada masing-masing: “Jangan takut; jangan menyerah pada beban hidup; jangan menutup diri di hadapan rasa takut dan dosa. Datanglah kepada-Ku!”

Tentu Yesus tidak menyelesaikan masalah-masalah kita secara ajaib, tetapi Ia menguatkan kita di tengah perjuangan kita. Ia tidak mengangkat beban dari hidup kita, tetapi Ia menghilangkan kegelisahan dari hati kita; Ia tidak mengambil salib kita, tetapi memikulnya bersama kita. Dan bersama-Nya, setiap beban menjadi ringan, karena dalam Dialah penghiburan dan kelegaan yang kita cari.

Tuhan, kami datang dengan beban kami masing-masing. Kami datang bersama-sama untuk saling membantu memikul kuk dan belajar pada-Mu. Amin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *