Selasa, 6 Januari 2026, Selasa Sesudah Penampakan Tuhan
Bacaan: 1Yoh 4:7-10; Mzm 72:2.3-4ab.7-8; Mrk 6:34-44.
“Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka,” (Mrk 6: 34).
“Sedikit menjadi banyak ketika Allah bekerja di dalamnya.” Dalam Injil hari ini, Yesus memberi makan lebih dari lima ribu orang hanya dengan lima roti dan dua ikan, menunjukkan kasih-Nya yang mendalam terhadap orang banyak yang mencari penyembuhan dan pengajaran-Nya. Tergerak hati-Nya oleh kelaparan mereka — bukan hanya akan makanan tetapi juga akan harapan — Yesus mengubah persembahan yang sedikit menjadi kelimpahan.
Mukjizat ini menunjuk pada realitas yang lebih dalam. Tindakan Yesus — mengambil, memberkati, memecah, dan memberikan — mencerminkan tindakan Ekaristi. Dalam pemecahan roti, misi Kristus sepenuhnya terwujud: Ia mengambil rupa manusia, memberkati umat manusia dengan kehadiran-Nya, dipecah dalam penderitaan, dan memberikan diri-Nya untuk keselamatan dunia. Pola yang sama terwujud dalam hidup kita sebagai orang-orang Katolik.
Yesus menerima kita apa adanya — bercacat, terluka, dan tidak sempurna. Ia memberkati kita, mencurahkan kasih karunia meskipun kita memiliki kekurangan. Ia memegang keterpecahan kita dalam kasih-Nya, mengubah penderitaan kita menjadi kesempatan untuk bertumbuh. Akhirnya, Ia memberikan diri kita kepada orang lain, memanggil kita untuk berbagi kasih-Nya dengan dunia.
Misi ini bukan tanpa tantangan. Berbagi kasih, pengampunan, dan waktu seringkali terasa tidak dihargai, bahkan melelahkan. Namun, tindakan kebaikan kecil yang berakar pada Kristus memiliki kekuatan yang luar biasa. Sapaan sederhana kepada teman yang kesepian, kesabaran terhadap seseorang yang membuat kita frustrasi, atau kata-kata penghiburan bagi seseorang yang putus asa dapat menjadi keajaiban bagi seseorang yang haus akan kasih dan keterhubungan.
Di dunia yang kekurangan belas kasih, kesediaan kita untuk berbagi — waktu, pengampunan, atau bahkan telinga (hati) yang mendengarkan — menghadirkan Kristus bagi sesama. Sama seperti Yesus melipatgandakan roti, Dia akan melipatgandakan usaha kecil kita, menggunakannya untuk membangun kerajaan kasih-Nya.
Tuhan, gerakkan hati kami agar membangun komunitas kami menjadi komunitas pelayanan, kasih, dan harapan, yang terbuka bagi semua kebutuhan dan aspirasi yang adil. Amin.

