permintaan ibu yakobus dan yohanes

Camino de Santiago, Jalan Santo Yakobus

Sabda Hidup
Sabtu, 25 Juli 2026, Pesta St. Yakobus Rasul
Bacaan: 2Kor. 4:7-15Mzm. 126:1-2ab,2c-3,4-5,6Mat. 20:20-28.

“Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu,” [Mat 20: 26 – 27]

Hari ini kita rayakan Pesta St, Yakobus Rasul, salah seorang dari 12 Rasul Yesus. Ia adalah anak Zebedeus, nelayan dari Galilea, dan Salome, seorang wanita yang saleh. Saudara kandung Yakobus adalah Yohanes Penginjil.

Yakobus saudara Yohanes ini juga disebut “Yakobus Agung” untuk membedakannya dengan Yakobus yang lain, yakni Yakobus anak Alfeus, yang lebih belakangan mengikuti Yesus (yang dirayakan pestanya pada tanggal 3 Mei). St. Yakobus Agung juga menjadi yang pertama dari antara keduabelas Rasul yang wafat sebagai martir.

Ia sedang menjala ikan bersama dengan Yohanes saudaranya dan Zebedeus ayahnya ketika Yesus memanggil mereka untuk mengikuti-Nya (Mat 4: 19). Seketika mereka meninggalkan ayahnya, perahu serta jalanya dan mengikuti Yesus.

Anak-anak Zebedeus ini juga disebut sebagai Boanerges (anak guruh) oleh Yesus karena reaksi impulsif mereka. Ketika orang-orang Samaria tidak menerima Yesus, Yakobus dan Yohanes meminta supaya Ia menurunkan api dari langit untuk memusnahkan mereka. Tetapi Yesus menegur sikap mereka.

Yakobus dipilih untuk menjadi salah satu dari 12 rasul dan diutus untuk mewartakan Kabar Baik Tuhan serta diberi kuasa untuk menyembuhkan dan mengusir roh-roh jahat. Ia juga menjadi salah satu dari lingkaran inti yang selalu menemani Yesus, bersama Petrus dan Yohanes.

Yakobus diyakini sebagai rasul pertama yang menjadi martir. Ada sebuah tradisi dari awal abad pertengahan yang menunjukkan bahwa ia menyebarkan Injil di Spanyol dan dihormati sebagai santo pelindung Spanyol. Dia dieksekusi dengan cara dipenggal di tangan Herodes Agripa, cucu Raja Herodes, pada tahun 44. Pada abad ke-9, jasadnya dimakamkan di Compostela, yang sekarang menjadi salah satu tempat ziarah paling terkenal di dunia.

Hari raya kita hari ini menawarkan beberapa pelajaran rohani yang mendalam bagi kehidupan modern. Merenungkan hidup Santo Yakobus Rasul merupakan ajakan untuk beralih:

Dari ambisi menuju pengorbanan diri. Dikenal sebagai salah satu dari “Anak-anak Guntur” karena temperamennya yang awalnya mudah marah, hidupnya menunjukkan bagaimana rahmat Kristus dapat mengarahkan semangat menjadi pelayanan yang berani dan rendah hati.

Dari Kekuasaan ke Pelayanan: Dalam Injil Matius, Santo Yakobus dan saudaranya, Yohanes, meminta Yesus agar diberi tempat kehormatan di Kerajaan-Nya. Yesus memanfaatkan momen ini sebagai ajaran tentang kepemimpinan yang melayani. Kehidupan Yakobus menantang kita untuk mengevaluasi ambisi kita sendiri, mengalihkan fokus dari prestise duniawi ke pelayanan bagi komunitas kita.

Menjadi saksi Keagungan Ilahi: Sebagai bagian dari lingkaran dalam Yesus, Santo Yakobus mendapat hak istimewa yang unik untuk menyaksikan Perubahan Rupa, kebangkitan putri Yairus, dan Penderitaan di Taman Getsemani. Waktunya di puncak gunung memberinya landasan rohani yang diperlukan untuk bertahan melewati masa-masa tergelapnya.

Dari Ketakutan ke Keberanian: Tidak seperti saudaranya yang berdiri di bawah kaki salib saat Yesus menderita, Yakobus bersama murid-murid yang lain kabur, karena takut. Namun, pada akhirnya, Yakobus adalah rasul pertama yang wafat sebagai martir. Kesediaannya untuk tetap teguh di tengah penganiayaan mengingatkan kita bahwa iman sejati membutuhkan kesabaran dan ketabahan saat menghadapi perjuangan hidup.

Warisan Santo Yakobus — yang sering dikaitkan dengan jalur ziarah terkenal Camino de Santiago, rute peziarahan, yang dikenal sebagai jalan peziarah, (paling umum dikenal sebagai Camino Francés atau rute Prancis) menuju biara rasul Santo Yakobus Agung di Katedral Santiago de Compostela di Galisia di barat laut Spanyol, di mana menurut tradisi jenazah santo Yakobus dimakamkan — mengingatkan kita bahwa iman kita adalah sebuah perjalanan aktif. Ia menginspirasi kita untuk keluar dari zona nyaman dan memikul salib harian kita dengan ketekunan.

Tuhan, berilah kami ketekunan, kerendahan hati serta hati yang melayani dan mengasihi. Amin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *