bunda hati kudus kalvari

Hati yang Merangkul Dunia

Sabtu, 30 Mei 2026, Sabtu Terakhir Bulan Mei, Hari Raya Bunda Hati Kudus
Bacaan: Yes 66:10–14; Gal 4:4–7; Yoh 19:25–37

“Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!" Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!"….. seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air. Dan orang yang melihat hal itu sendiri yang memberikan kesaksian ini dan kesaksiannya benar, dan ia tahu, bahwa ia mengatakan kebenaran, supaya kamu juga percaya. Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci: "Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan." Dan ada pula nas yang mengatakan: "Mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam."
[Yoh 19: 25 – 27; 34 – 37].

Hari ini, sebagai Keluarga Chevalier, kita merayakan Hari Raya Bunda Hati Kudus. Pada perayaan ini, kita diajak untuk memandang Maria bukan hanya sebagai tokoh sejarah, tetapi sebagai tempat kudus yang hidup dari kasih Allah. Bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini merangkai narasi yang kuat tentang kelahiran, adopsi, dan pencurahan rahmat tertinggi dari lambung Putranya yang tertikam dengan tombak.

Sumber Penghiburan Kita

Dalam nubuat Yesaya, kita mendengar bagaimanaYerusalem sebagai seorang ibu menghibur anak-anaknya: “Seperti seseorang yang dihibur ibunya, demikianlah Aku ini akan menghibur kamu.” Inilah inti dari peran Maria. Ia adalah saluran bagi kita manusia yang melaluinya kasih keibuan Allah yang menghibur memasuki dunia kita yang hancur.

Dalam Injil Yohanes, kita berdiri di kaki Salib. Di sinilah, dalam bayang-bayang penderitaan, Maria menjadi ibu kita. Ketika Yesus berkata kepada murid yang dikasihi-Nya, “Inilah ibumu,” Ia tidak hanya mengatur siapa yang akan memperhatikan Ibu-Nya, Maria, sepeninggal-Nya; Ia mempercayakan Gereja—Anda dan saya—kepada perawatan hati Maria yang penuh belas kasih. Air dan darah yang mengalir dari lambung Yesus adalah sumber Sakramen, dan Maria berdiri di sana, yang pertama menerima rahmat pemberi kehidupan ini, siap untuk mencurahkannya kepada umat manusia yang lelah.

Hati bagi Dunia Saat Ini

Kita hidup di zaman yang ditandai dengan fragmentasi yang mendalam. Dunia kita sering kali didefinisikan oleh isolasi, pemutusan hubungan digital, dan rasa cemas yang mendalam tentang masa depan. Banyak yang merasa yatim piatu karena kerasnya perpecahan sosial dan beratnya beban pribadi.

Menghormati Maria Bunda Hati Kudus hari ini dan menjadi anak-anaknya, berarti kita berkomitmen untuk menjadi sarana dari hati yang sama.

Di dalam Gereja, kita dipanggil untuk berhenti bertindak seperti orang asing dan mulai bertindak seperti keluarga. Perayaan ini mengingatkan kita bahwa kita semua, melalui Kristus, adalah “putra dan putri” Allah. Jika Maria adalah ibu kita, maka kita adalah saudara dan saudari, yang diberi tugas untuk menerima satu sama lain tanpa syarat, bahkan ketika itu membuat tidak nyaman.

Di Dunia, Maria Bunda Hati Kudus menunjukkan kepada kita bahwa kasih bukanlah emosi pasif; itu adalah sikap berdiri teguh di kaki salib zaman kita—baik itu salib kemiskinan, kesepian, atau ketidakadilan. Dia mengajar kita bahwa belas kasih sejati berarti tetap hadir ketika orang lain berpaling. Belas kasih sejati adalah berdiri di bawah kaki salib.

Merangkul Pengangkatan Kita sebagai Anak

Santo Paulus mengingatkan kita dalam suratnya kepada jemaat di Galatia bahwa kita bukan lagi hamba tetapi anak-anak, dan karena kita adalah anak-anak, kita adalah ahli waris. Devosi kita kepada Hati Kudus Yesus, yang diperantarai oleh kasih keibuan Maria, memberi kita keberanian untuk hidup sebagai “ahli waris” harapan daripada korban keadaan.

Saat kita melangkah maju hari ini, marilah kita memohon rahmat untuk meneladan hatinya. Semoga kita menjadi orang-orang yang “menemukan penghiburan” dalam Ekaristi—buah dari lambung yang tertikam itu—dan yang, pada gilirannya, menjadi sumber penghiburan bagi setiap orang yang kita jumpai.

Marilah kita berdoa agar, seperti Maria, hati kita cukup terbuka untuk merangkul luka-luka dunia, menawarkan kepada mereka kasih yang menyembuhkan dan lembut dari Hati Kudus.

Bagaimana Anda dapat secara khusus mewujudkan kehadiran keibuan dan penghiburan Maria dalam keluarga, lingkungan kerja dan di mana saja anda berada?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *