follow me

Ikutlah Aku!

Sabtu, 23 Mei 2026, Sabtu Pekan Paskah VII, Hari Kesembilan Novena Roh Kudus
Bacaan: Kis. 28:16-20,30-31Mzm. 11:4,5,7Yoh. 21:20-25.

"Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?" Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku." (Yoh 21: 21b – 22)

Perikope Injil kita hari ini merupakan adegan penutup Injil Yohanes. Yesus sekali lagi mengajak Petrus: “Ikutlah Aku!” Sebelumnya, Petrus terdengar sangat berani, bahkan heroik. “Aku akan menyerahkan nyawaku untuk-Mu,” (Yoh 13:37) katanya. Namun, seiring berjalannya peristiwa, ia gagal menepati perkataannya yang gagah berani itu, dan malah memilih menyelamatkan diri sendiri. Itu adalah pelajaran mendalam tentang kerendahan hati, dan pengalaman tersebut, bersama dengan perubahan dramatis dalam kehidupan Komunitas yang terjadi kemudian, telah mengubah Petrus menjadi orang yang berbeda. Kini, Petrus lebih memahami apa artinya mengikuti Yesus. Permintaan Yesus tak lain adalah “cintailah Yesus – cintailah Allah”; mencintai Yesus berarti peduli terhadap sesama. Dalam bacaan Injil kemarin kita dengar bagaimana Petrus menyatakan kasihnya kepada Yesus sebanyak tiga kali. Petrus yang menyatakan kasihnya itu adalah Petrus yang sudah diubah. Ia tidak lagi mengandalkan kekuatannya sendiri tapi bersandar pada Yesus sendiri.

Kata-kata terakhir Yesus yang tercatat dalam Injil adalah undangan-Nya kepada Petrus: “Ikutlah Aku.” Jika Petrus bertanya, “Ke mana, Tuhan?” jawaban Yesus mungkin saja: Datang dan lihatlah. Injil berakhir seperti saat dimulai – “Yesus berkata kepada mereka: Datanglah, dan kamu akan melihat” [1:39]. Dari sudut pandang penginjil, kehidupan Kristen selalu merupakan tanggapan murid terhadap undangan Yesus: Datang dan lihatlah!

Undangan Yesus kepada setiap murid menuntut tanggapan yang sadar dan tekun. Tugas murid adalah tetap waspada, tidak teralihkan, tetapi tetap setia pada panggilan pribadi Yesus. Mengikuti Yesus adalah langkah yang menentukan, menurut Injil. Besok, kita merayakan Pentakosta. Mari kita perbarui kata “ya” kita kepada Tuhan untuk mengikuti-Nya. Dalam doa bersama Maria, Bunda kita, kita memohon Roh Kudus untuk memenuhi hidup kita.

Berikut ini adalah doa yang ditulis oleh Uskup Pedro Casaldaliga, seorang misionaris asal Spanyol, yang dikenal sebagai uskup orang miskin dan terlupakan di Brasil. Mari kita bergabung dengannya dalam doa.

Datanglah, Roh Kudus, Roh Pencipta.
Tetaplah bersama kami hari ini, berikanlah kami kecerdasan-Mu dan penuhi hati kami dengan kebaikan.
Nama-Mu adalah penghiburan, inspirasi, kehidupan, dan anugerah. Engkau adalah kebaruan: kekuatan kreatif.
Datanglah, Roh Kudus, agar Cahaya-Mu menerangi jalan kami dan menguatkan keputusan kami. Engkau telah melakukan segala kebaikan—Yang memimpin penegasan kami dan menunjuk jalan pilihan kami—Nama-Mu adalah kesatuan, harapan, dan kasih. Lindungilah kami dari kejahatan, egoisme, ketidakadilan, intoleransi, dan perpecahan. Berikanlah kami damai, berkat, penghiburan, ketenangan, dan kebijaksanaan-Mu; agar kami mengubah masa kini kami menjadi kehendak Bapa di surga. Amin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *