Rabu, 13 Mei 2026, Rabu Pekan Paskah VI, Pfak. SP Maria dari Fatima
Bacaan: Kis. 17:15,22 – 18:1; Mzm. 148:1-2,11-12ab,12c-14a,14bcd; Yoh. 16:12-15.
“Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang,” (Yoh 16: 13)
Hari ini, 13 Mei 109 tahun yang lalu, terjadi penampakan yang pertama Bunda Maria kepada tiga anak gembala—Lúcia dos Santos, Francisco Marto, dan Jacinta Marto — di Cova da Iria, Fatima, Portugal. Pesan Bunda Maria dari Fatima masih relevan bagi dunia dan Gereja saat ini – yaitu berdoa demi pertobatan dunia dan perdamaian dunia.
Dalam Injil hari ini, Yesus berjanji kepada kita bahwa ketika Roh Kebenaran datang, Ia akan memimpin kita ke dalam seluruh kebenaran. Penting untuk membaca kalimat ini dengan cermat, karena tidak dikatakan bahwa saat ini, di sini dan sekarang ini, kita sudah memiliki seluruh kebenaran. Yang Ia katakan kepada kita adalah bahwa Roh Kudus akan memimpin kita menuju kebenaran. Kesimpulannya sederhana: kita sedang dalam perjalanan, dalam peziarahan. Seluruh kebenaran itu diwahyukan kepada kita secara bertahap sepanjang perjalanan.
Banyak orang Kristen percaya bahwa mereka sudah memegang kebenaran. Keyakinan mereka adalah bahwa, selain diri mereka sendiri, semua orang lain salah, dan seluruh dunia hidup dalam kesesatan kecuali mereka. Kita sering mendengar orang-orang mengkritik ajaran Gereja. Seperti para Farisi pada zaman Yesus, sebagian orang di dalam Gereja menganggap tradisi-tradisi Gereja lebih penting daripada perintah untuk mencintai dan mengampuni.
Kebenaran yang sesungguhnya sedikit berbeda. Ada sebuah gambaran yang dapat membantu kita memahami Gereja sebagai peziarah. Gambaran ini menampilkan sebuah ziarah di mana orang yang memimpin perjalanan membawa lentera yang menerangi jalan dengan cahaya yang samar. Mereka yang mengikuti di belakang, dipandu oleh lentera itu, tahu tujuan mereka tetapi tak jarang harus tersandung dalam kegelapan yang mengelilingi mereka.
Jadi, kita adalah penghuni dunia ini, dari segala generasi, berjalan dan mencari yang terbaik, dengan banyak kesalahan dan kekeliruan di sepanjang jalan. Namun, selalu dengan mata tertuju pada cakrawala, pada tujuan yang ingin kita capai: Kerajaan Allah. Mereka yang berjuang untuk keadilan, ilmuwan yang mencari obat dan solusi untuk mempermudah kehidupan manusia, politisi yang jujur dan ingin melayani masyarakat, orang Kristen dan anggota agama-agama lain — kita semua mencari yang terbaik untuk dunia ini, untuk kemanusiaan.
Kita hanya memiliki satu lentera, yaitu Roh yang memberi energi pada langkah-langkah kita dan menginspirasi kita untuk bekerja bersama semua orang guna menciptakan dunia yang lebih baik bagi anak-anak Allah, di mana tidak ada yang dikucilkan atau dihukum. Selalu terbuka untuk dialog, selalu penuh harapan, karena, seperti Yesus dan seperti Allah, kita percaya pada kemanusiaan dan bahwa Allah sedang mewujudkan rencana keselamatan-Nya melalui sejarah kita.
Datanglah, Roh Kudus, perbaharuilah muka bumi! Berikanlah kami terang-Mu untuk berjalan, kekuatan-Mu untuk bertekun, dan hikmat-Mu untuk mengasihi. Amin.

