mengampuni seperti yesus

Kasih Tidak Melempar Batu

Senin, 23 Maret 2026, Senin Pekan Prapaskah V
Bacaan: Dan. 13:1-9,15-17,19-30,33-62 (panjang) atau Dan. 13:41c-62 (singkat); Mzm. 23:1-3a,3b-4,5,6Yoh. 8:1-11.

“Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang," (Yoh 8: 11)

Seorang perempuan yang kedapatan berzina dibawa oleh para tua-tua kepada Yesus untuk diadili. Mereka berharap Yesus akan mengeluarkan pernyataan yang bertentangan dengan “hukum Musa” agar dapat menjebak-Nya.

Kisah Susanna dalam bacaan pertama dan perempuan yang berzinah dalam Injil merupakan ungkapan yang kuat tentang keadilan dan belas kasihan ilahi. Bahkan para Farisi mungkin tidak mengharapkan Yesus menghukum mati perempuan yang kedapatan berzinah itu karena orang-orang Yahudi di bawah kekuasaan Romawi tidak memiliki wewenang untuk melakukannya.

Yesus menghindari pertanyaan apakah perempuan itu bersalah atau tidak. Alih-alih menuduh perempuan itu, Ia mengajukan pernyataan balik: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” Ia mengajak pendengarnya untuk mengakui dosa mereka sendiri sebelum berani menuding orang lain! Dalam Matius 7:1-5 tertulis, “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.”

Seperti yang diajarkan Yesus, perintah terbesar adalah mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi, serta mengasihi sesama seperti diri sendiri. Kedua perintah ini merupakan dasar dari seluruh hukum dan para nabi. Sebelum menunjuk selumbar di mata saudaramu, marilah kita mengakui balok kayu di mata kita sendiri. Bukan niat Yesus untuk mengabaikan dosa perempuan yang berzina itu. Ingatlah apa yang Ia katakan: “Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

Misi Kristus berpusat pada pengampunan. Para pengikut-Nya diharapkan untuk membagikan misi yang sama: mengampuni bukan tujuh kali, melainkan tujuh puluh kali tujuh kali. Semoga kata-kata yang dikatakan Yesus kepada perempuan itu, “Aku pun tidak menghukum Engkau” kita pelajari, kita jadikan milik kita.

Hari-hari ini, saat kita mempersiapkan diri secara mendalam untuk Pekan Suci dan Paskah, kita dipanggil untuk berdamai dengan Allah dan umat-Nya. Sudahkah saya meluangkan waktu untuk menerima sakramen pengampunan? Selain itu, sudahkah berdamai dengan sesama?

Tuhan, ajar aku untuk mengampuni, seperti Engkau telah mengampuniku. Amin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *