take up your cross

Setiap Hari, Setiap Saat

Kamis, 19 Februari 2026, Kamis Sesudah Rabu Abu
Bacaan: Ul. 30:15-20Mzm. 1:1-2,3,4,6Luk. 9:22-25.

“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.” (Luk 9: 23)

Ada empat Injil dalam seluruh Kitab Suci. Injil Matius, Markus dan Lukas disebut sebagai Injil Sinoptik. Ketiga Injil itu sering menulis kisah yang sama tentang Yesus, tetapi dengan penjelasan dan panjang yang berbeda, tetapi memiliki urutan yang sama dan banyak menggunakan kata yang sama. Ketiga Injil tersebut juga menulis hal yang sama dalam hal kemuridan: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.” Tetapi Injil Lukas menuliskannya agak berbeda. Sesudah mengatakan “memikul salibnya” ia masih menambahkan keterangan “setiap hari”.

Keterangan waktu ini nampaknya memang unsur yang sangat penting dalam seluruh Injil Lukas. Dalam kisah kelahiran Yesus, misalnya, dikatakan: “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud,” (Luk 2: 11). Saat mengawali karya publik-Nya, kepada Yesus diberikan gulungan kitab Nabi Yesaya, dan dia memaklumkan: “Pada hari ini genaplah nas ini saat kamu mendengarnya,” (Luk 4: 21). Saat tergantung di kayu salib Yesus berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus,” (Luk 23: 43).

Penginjil Lukas berkata, jika kita ingin mengikuti Tuhan, maka kita harus memikul salib setiap hari, hari demi hari. Mungkin itu yang menjadi alasan mengapa Gereja memilih Injil Lukas untuk bacaan hari ini. Di awal masa Prapaskah ini kita diingatkan bahwa setia mengikuti Tuhan itu bukan secara periodik saja, atau kadang-kadang saja. Kemarin kita rayakan Hari Rabu Abu, Seorang teman mengirim foto dari sebuah gereja paroki, umat yang menghadiri misa Rabu Abu pagi hari membludak, sampai di luar gereja, sampai diperlukan tenda.  Pada misa sore hari, umat yang hadir juga membludak. Tetapi Rabu Abu bukanlah seluruh Masa Prapaskah. Apakah pada hari-hari lainnya di Minggu Prapaskah pertama, kedua dan seterusnya juga sebanyak itu umat yang menghadiri misa? Biasanya akan berkurang secara cukup signifikan. Padahal komitmen kita mengikuti Kristus bukan hanya pada Hari Rabu Abu, tetapi setiap hari dalam hidup kita.

Yesus berkata, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus memikul salibnya setiap hari.” Jika anda ingin memperlihatkan cinta anda, anda harus mengungkapkannya setiap hari. “SETIAP HARI” menjadi kata kunci kita hari ini. Mudahlah sekali-sekali mengasihi. Mudahlah kadang-kadang mengasihi. Tetapi biasanya sulit mengasihi setiap hari. Demikian juga komitmen kita menjadi murid Kristus itu tidak hanya berdasar mood, kalau mood lagi bagus, bersemangat mengikuti Kristus, kalau mood kurang baik, lalu kurang setia. Komitmen kita menghidupi iman Kristiani itu kita laksanakan setiap hari, setiap saat.

Inilah panggilan masa Prapaskah: mengasihi, mengikuti Tuhan, menyangkal diri, dan memikul salib SETIAP HARI, setiap saat, bukan musiman.

Tuhan, berilah kami setiap hari keberanian untuk mengikuti-Mu, tolonglah kami untuk menghidupi iman kami secara konsisten, seperti yang Engkau inginkan untuk kami jalani, tanpa kompromi atau tawar-menawar. Amin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *