yesus moved with compassion

Gembala Yang Tergerak Oleh Belaskasihan

Sabtu, 7 Februari 2026, Sabtu Pekan Biasa IV
Bacaan: 1Raj. 3:4-13Mzm. 119:9,10,11, 12,13,14Mrk. 6:30-34.

Ia berkata kepada mereka, “Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!" Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka. Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. (Mrk 6: 31, 33, 34).

Perikope Injil hari ini menampilkan Yesus dengan Hati-Nya yang penuh belas kasih. Ia dengan kasih-Nya mengundang para Rasul untuk “bertolak ke tempat yang sunyi” supaya mereka beristirahat. Para Rasul baru kembali dari perutusan mereka untuk berkotbah dan menyembuhkan orang-orang sakit ke kota-kota serta desa-desa sekitar. Tentu saja mereka memerlukan istirahat yang cukup. Itu juga menjadi kesempatan mendengarkan “sharing” para murid tentang pengalaman perjalanan misioner mereka. Tentu dengan bangga para murid akan membagikan pengalaman mereka. Namun ternyata orang banyak mendahului mereka. Melihat mereka tergeraklah Hati Yesus sebab mereka seperti domba-domba yang tidak mempunyai gembala.

Yesus digambarkan sebagai Sang Gembala Baik. Perjanjian Lama sering juga menampilkan Allah sebagai Gembala bagi umat-Nya. “Tuhanlah Gembalaku, tak kan kekurangan aku,” (Mzm 23: 1). Nabi Yesaya juga menubuatkan bahwa Sang Juruselamat akan “memberi makan kawanan-Nya seperti seorang gembala, Ia akan mengumpulkan domba-domba dalam pelukan tangan-Nya (Yes 40: 11). Yesus sendiri berkata kepada para murid bahwa Ia adalah Gembala yang Baik, yang rela menyerahkan nyawanya bagi domba-dombanya. Petrus dalam suratnya juga menyebut Yesus “Gembala dan Pemelihara jiwa” (1 Petrus 2: 25).

Kita bersyukur karena kita mempunyai seorang Gembala yang amat baik. Hati-Nya yang penuh belas kasih senantiasa terbuka bagi kita. Maka marilah kita menyediakan waktu untuk bersama-Nya setiap hari. Menjadi murid-murid Kristus yang efektif, tidak cukup kita menjadi orang sibuk saja. Kita perlu menyadari bahwa menjadi murid-murid Yesus diperlukan “connectedness” dengan Dia. Dengan kebersamaan dengan Dia, cinta kasih manusiawi dan pelayanan kita dimurnikan. Sebab apa yang kita bagikan dan kita komunikasikan dalam pelayanan kita adalah kasih dan bela rasa Sang Gembala Utama. Belas kasih, belarasa dan perhatian Sang Gembala Baiklah yang kita bagikan kepada mereka yang dipercayakan kepada pelayanan kita.

Mari kita juga menjadi domba-domba yang baik, dengan mengusahakan hidup yang suci, rendah hati, melayani dan memberikan diri secara tulus, melaksanakan perintah-perintah kasih-Nya. Kita juga perlu menimba kekuatan dan kesegaran rohani dari Sabda-Nya serta dari Tubuh dan Darah-Nya.

Tuhan Yesus, Engkaulah Gembala yang Baik. Engkau menjaga dan melindungi kami dari segala kejahatan. Bantu kami untuk berdiri teguh dalam Sabda-Mu dan percaya pada bantuan-Mu dalam segala situasi. Semoga kami selalu menemukan istirahat dan perlindungan dalam penjagaan dan pemeliharaan-Mu.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *